TANJABBAR – Harapan masyarakat Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk menikmati air bersih dari program Pemerintah pusat, melalui Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sepertinya belum bisa terwujud.
Pasalnya, Pamsimas yang dibangun pertengahan tahun 2017 lalu. Dengan dana ratusan juta rupiah melalui Dana Asian Developer Bank dunia, ternyata gagal dalam pembangunan nya.
Buktinya, sejak awal dibangun beberapa tahun lalu sampai saat ini, air dari proyek sumur bor tersebut belum ada setitik pun mengalir kerumah- rumah masyarakat sekitar dan proyek pun dikerjakan asal-asalan.
Kuat dugaan jika kegagalan pembangunan proyek ini, disinyalir pihak pengelola pamsimas telah menyalahgunakan terhadap anggaran ratusan juta tersebut.
Menurut warga setempat, Tamyez, ia bersama masyarakat teluk kulbi lainnya merasa sangat kecewa melihat kegagalan pembangunan Pasimas didaerahnya yang hasil nya tidak sesuai dengan harapan masyarakat selama ini.
“Masyarakat desa sangat berharap sekali atas Pamsimas ini, sejak awal dibangun saja, masyarakat sudah bersyukur. Apabila terwujud kebutuhan akan air bersih yang selama ini diidam-idamkan bisa dinikmati, namun kenyataannya jauh dari harapan.” Ungkapnya.
Ia menduga dalam pengerjaan maupun proses administrasi telah terjadi manipulasi data kepengurusan atas swakelola pekerjaan proyek air bersih tersebut.
” Saya sebenarnya bingung, dalam hal ini saya tidak pernah di tunjuk sebagai apa pun di dalam struktur kepengurusan pekerjaan pembangunan Pamsimas. Akan tetapi nama saya tercantum dalam kepengurusan tersebut,” Ujar warga yang tinggal RT Tanjung mas ini.
Sementara itu, wakil Ketua BPD Desa Teluk kulbi Asad Aminoto menyebut ia sebagai pengawas pembangunan desanya, mengakui sangat menyayangkan dengan gagalnya pembangunan Pamsimas diwilayahnya.
” Sebagai wakil ketua BPD,telah memberikan masukakan kepada pengolahan dan pengurus nya dengan memberikan waktu sampai akhir bulan Agustus lalu, namun sampai saat ini belum ada bukti kalau airnya bisa mengalir.” Ujar As’ad.
Kata ia, Pamsimas ini awal pembangunan nya sejak pertengahan tahun 2017 dan selesai di tahun 2018 lalu. Namun air yang ditunggu-tunggu juga tak kunjung mengalir kerumah warga sampai saat ini.
” Seharusnya air bersih ini sudah bisa mengalir dan nikmati oleh masyarakat desa,” sebutnya.
Dijelaskannya, dengan gagalnya pembangunan Pamsimas ini tentu sangat merugikan bagi masyarakat teluk kulbi.” Kalau seperti ini bagaimana bisa Desa kita bisa mendapatkan bantuan lagi,” Bebernya.
Hal senada diungkapkan, direktur bumdes desa teluk kulbi, Sudirman Zah. Ia menyebut gagal pembangunan Pamsimas dikarenakan dana yang dikelola pengurus Pamsimas telah habis.
” Rapat terakhir yang saya dengar, dana 246 juta untuk pembangunan pamsimas telah habis. Gagalnya air mengalir kerumah-rumah warga dikarenakan biaya pengeboran untuk sumur bor tidak terlaksana,” Sebutnya.
Ia menyebut, dana yang dikucurkan pemerintah pusat ke Kabupaten turun ke desa, untuk pembangunan pamsimas seakan-akan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat setempat.
” Harapan kita bersama masyarakat kepada pemerintah, meminta agar yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan masalah ini. Agar masyarakat bisa menikmati program pemerintah ini, ” Pungkasnya.
Terpisah mantan Kades Teluk Kulbi Widodo, menyebut, ia sebagai mantan kades didaerah setempat sangat menyayangkan proyek Pamsimas dari pemerintah ini dibangun tidak berjalan dengan baik bagi masyarakat teluk kulbi. Sehingga gagal terwujud.
Gagalnya proyek Pamsimas tersebut, kata Widodo, diduga ada indikasi pengolaan dana nya yang disalah gunakan.
” Bila di temukan indikasi ketidak beresan dalam pengelolaan pekerjaan, kita berharap aparat terkait dapat mengusut tuntas kasus Pamsimas ini.” Tegasnya.(hry)
