JAMBI – Ratusan ribu Hektar (Ha) lahan kepala sawit perusahaan di Provinsi Jambi, masih dipertanyakan pajaknya. Itu artinya, masih banyak lahan perkebunan di Jambi yang boleh dikatakan ilegal.
Hal ini diungkapkan Direktur WALHI Jambi, Rudiansyah saat dikonfirmasi awak media usai menggelar konferensi pers, tentang potret lingkungan hidup 2019.
Sebagaimana yang disampaikannya, dari data WALHI Jambi yang dicocokkan dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, sebanyak 1.368.000 Ha izin yang dikeluarkan kepada 186 perusahaan kelapa sawit di Provinsi Jambi, yang lahannya berstatus HGU dan IUP ada sekitar 1.210.000 Ha dengan rincian 248.000 Ha (HGU) dan 962.000 Ha (IUP).
Sedangkan 158.000 Ha hanya berstatus izin lokasi, atau tidak dapat dilakukan pungutan pajaknya alias ilegal.
Itu artinya, lahan kepala sawit yang dimiliki perusahaan di Provinsi Jambi yang membayar pajak, yakni hanya sekitar 1.210.000 Ha lahan. Sedangkan sisanya yang telah diberikan izin oleh pemerintah, berstatus ilegal dan tak dapat menambah pendapatan pajak daerahnya.
Sementara sisanya, itu masih dipertanyakan mengenai proses pajaknya. Karena yang punya HGU dan IUP nya saja belum tentu dapat diambil biaya pajaknya, lalu bagaimana dengan yang tidak ada HGU dan IUP nya.
“Nah kalau kita mengacu pada Undang-undang perkebunan sawit, syarat legalnya sebuah perusahaan sawit itu yang memiliki HGU atau IUP. Jadi dari 1,3 ribu lahan perusahaan sawit itu hanya 1 ribu lebih yang legal, selebihnya ilegal,” ungkapnya.
Rudiansyah menyebutkan bahwa tata kelola perizinan lahan perusahaan itu sendiri tidak bisa diperbaiki, bagaimana Pemerintah bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jambi di bidang perkebunan.
Untuk itu, dirinya menyarankan kepada pemerintah, agar dapat memperbaiki persoalan izin lahan untuk perusahaan itu sendiri. Sehingga hasil pajaknya dapat diambil untuk dimasukan dalam pendapatan daerah, dari sektor perkebunan.
“Bagaimana pendapat daerah akan maju, jika pemerintah belum bisa memperbaiki ini, untuk pendapatan pajak izin lahan yang diberikan kepada perusahaan yang ada di Jambi ini.” Jelasnya. (Nrs)
