JAKARTA – Ritual pengobatan sakral Suku Anak Dalam (SAD), Basale Ngubat Sirih Layang mentas dalam agenda promosi seni dan budaya daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 13 Oktober 2016. Ritual pengobatan sirih layang, adalah tarian tradisional SAD dalam pengobatan lewat peralatan tradisional dan pusaka keramat lain.
Dalam penampilan seni pertunjukan mewakili Provinsi Jambi di Trade Expo Indonesia (TEI) ke 31 di JIEXPO itu, pertunjukkan tidak mengikutsertakan semua benda-benda seperti Selendang mayang, kemenyan dan benda mistis lainnya yang berfungsi untuk memanggil ruh. Penampilan ini hanya sebagai seni pertunjukkan belaka.
Hingga saat ini, tradisi Basale Ngubat Sirih Layang yang juga digunakan untuk upacara pernikahan itu, masih tetap terjaga dan terpelihara oleh masyarakat yang kerap pula disebut Kubu itu. Tradisi ini sendiri dilakukan secara tertutup dan hanya kalangan mereka saja. Kecuali orang luar tersebut adalah si penderita (yang sakit), disini mereka bisa melakukan tradisi ritual sirih laying ngubat.
Penampilan kesenian Basale Ngubat Sirih Layang di JIEXPO di kawasan Kemayoran , adalah dalam rangka promosi seni budaya daerah tahunan. Namun pada tahun ini kita bersama beberapa kabupaten se-Provinsi Jambi mengikuti agenda ini.
