Proyek Mangkrak Di Kampusnya, Ini Kata Rektor UNJA

JAMBI – Pengerjaan sejumlah proyek di Universitas Jambi yang menelan anggaran Negara puluhan Milyar terkesan dibiarkan saja tanpa penyelesaian (Mangkrak).

Akibat dari belum diselesaikannya pembangunan beberapa proyek tersebut, alhasil Gedung-gedung yang dibangun menjadi pemandangan terbengkalai dan tentu belum bisa dimanfaatkan. Bahkan yang lebih dikhawatirkan lagi bangunan-bangunan tersebut menjadi rapuh karena dibiarkan begitu saja.

Beberapa proyek yang terkesan mangkrak itu diantaranya adalah pembangunan gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unja yang sudah menghabiskan anggaran Negara puluhan Milyar.

Selain itu, juga ada pembanguanan gedung laboratorium dasar 3 lantai Fakultas FKIP dan Pertanian Unja yang dianggarkan tahun 2015 dan 2016 dengan pagu anggaran mencapai Rp 7 Milyar lebih.

Berita Lain : Soal Bangku Sekolah Saja, Walikota Jambi Berani Bohong..!!

Rektor Universitas Jambi, Prof DR Jhoni Najwan tidak menampik akan adanya persoalan tersebut. Jhoni mengatakan bahwa memang ada beberapa proyek pembangunan gedung yang saat ini belum bisa diselesaikan.

Dikatakan Jhoni, Proyek-proyek yang saat ini mankrak merupakan proyek yang dikerjakan oleh rektor sebelum dirinya.

“Itukan disusun dimasa Pak Aulia Tasman,” kata Jhoni Najwan, Selasa (25/7).

Namun demikian, Jhoni menjelaskan bahwa dirinya terus berupaya mencari solusi agar proyek tersebut dapat dilanjutkan. Menurut Jhoni, dirinya sudah beberapa kali menyurati pihak Kementerian Pendidikan agar dapat mengalokasikan kembali anggaran supaya proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan.

Hanya saja menurut Jhoni, Keterbatasan anggaran lagi-lagi menjadi persoalan terlebih dengan adanya pemangkasan anggaran oleh di Kemenristek Dikti yang nilainya mencapai Rp 1,4 Triliun.

“Nah Unja dapat kebagian (Pemangkasan,red)Rp 1,6 Milyar, Bagaimana kita mau menyelesaikan gedung-gedung mangkrak itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jhoni mengatakan ditengah keterbatasan anggaran tersebut untuk tahun 2017 pembangunan beberapa gedung seperti gedung labor yang mangkrak memang tidak dilanjutkan oleh pihaknya. UNJA, menurut Jhoni berupaya semaksimal mungkin menggunakan anggaran yang ada untuk program yang sipatnya prioritas.

Berita LainKasus Perumnas PNS Sarolangun, Mantan Sekda Dituntut 7,5 Tahun

“Kalau hanya menghabiskan untuk pancang lagi untuk apa, Kita prioritaskan mana yang kita prioritaskan,” sebut Jhoni

Jhoni juga menyangkal jika dirinya membiarkan proyek-proyek tersebut dibiarkan mankrak tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya.

“Tidak ada niat saya untuk menelantarkan dan itu salah secara hukum. Jadi kalau dibiarkan dak boleh, harus diselesaikan,” ungkap Jhoni.(Tem)