Prihatin Lingkungan, Mapala OASE UNJA Gelar Advokasi di Tanjabbar

BERITA JAMBI – Prihatin akan lingkungan, Mapala OASE UNJA gelar advokasi lingkungan di Tanjabbar. Kegiatan ini agar meningkatkan kesadaran akan lingkungan dan keberlangsungan hidup

Mapala OASE berdiri pada tanggal 13 Februari 2005 yang bertempat di Fakultas Hukum Universitas Jambi yang berstatus Organisasi, dengan tujuan menciptakan generasi muda yang menyadari keberadaan dirinya selaku makhluk hidup yang berada dalam suatu tatanan lingkungan alam yang merupakan ciptaan tuhan yang maha Esa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, membina rasa persatuan dan kesatuan, membentuk wadah kelompok mahasiswa yang peduli terhadap alam dan lingkungan agar terciptanya keindahan, kelestarian dan sinergi antara pembangunan dengan lingkungan hidup, mengembangkan sikap keahlian di dalam pelestarian alam dan pertualangan, memberikan pandangan-pandangan dan opsi-opsi mengenai perubahan lingkungan hidup.

Mapala OASE Fakultas Hukum Universitas Jambi melaksanakan Advokasi Lingkungan kegiatan sosialisasi penyuluhan dampak sampah bagi daerah rawa di MAN 1 Kuala Tungkal dan penanaman bibit mangruv di eko wisata Mangrove pangkal babu,  Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat.

Tanggapan Ketua pelaksana kegiatan/Raden Arya Satria “ Saya selaku Ketua pelaksana kegiatan ini, berharap untuk kegiatan kami ini ditiru oleh banyak orang dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga dan melestarikan alam adalah suatu tindakan yang wajib kita lakukan hal ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan makhluk hidup dan tumbuhan, karena manusia masuk didalamnya”.

Kegiatan ini didasari dengan keresahan Anggota Muda Mapala OASE Fakultas Hukum Universitas Jambi melihat rendahnya tingkat kesadaran akan pedulinya masyarakat dan kaum milenial akan bahayanya sampah, terhadap lingkungan terutama daerah rawa.

Dampak membuang sampah sembarangan akan merusak pemandangan, mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir level rendah sampai yang tinggi, menimbulkan penyakit, mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

Dengan ini anggota Muda Mapala OASE memberikan solusi mengenai penangan sampah yaitu dengan cara mengurangi penggunaan benda berbahan plastik, hindari pembelian makanan berkemasan, mendaur ulang sampah menjadi kerajinan, dan membuat sampah menjadi emas dengan bekerjasama dengan bank sampah terutama untuk sampah non organic dan untuk sampah organik dianjurkan untuk menjadi pupuk kompos. Dengan penyuluhan ini Anggota Muda Mapala OASE juga membantu ekonomi masyarakat.

Anggota Muda Mapala OASE juga melakukan penanaman bibit pohon mangruv jenis bakau merah ( Rhizophora Apiculata ) di daerah eko wisata alam pangkal babu, tungkal ilir Kabupaten Tanjab Barat, yang bertujuan untuk melindungi pantai dari erosi dan dataran dari hempasan ombak secara langsung, sehingga ombak tidak langsung menerjang dataran yang akan menyebabkan erosi dan longsor, karena terlindungi oleh tanaman bakau.

Jadi tujuan advokasi lingkungan ini adalah untuk upaya-upaya pembelaan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh Anggota Muda Mapala OASE untuk melakukan perubahan kearah lingkungan hidup yang lebih baik.

Kegiatan ini diikuti oleh 7 anggota muda atas nama :

Azura Hersa Zahra Atira

Dwi Narti

Kasmiati

Manna Sari Monaliza

Sintya Kurnia Rahma

Siti khadijah

2 orang pendamping kegiatan atas nama

Rino Kristianto Pasaribu dan Judika Siahaan

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 sampai 31 januari 2023 dan di support oleh Kepala Sekolah MAN 1 Kuala Tungklal, warga pangkal babu dan komunitas pemuda pesisir.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube