Polemik Proyek PU Provinsi di Tanjabbar, Dewan Akan Tinjau ke Lapangan

JAMBI – Polemik pembangunan Mega proyek jembatan Sugeng, yang berlokasi di Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang kini disoalkan, masih menjadi buah bibir masyarakat.

Bagaimana tidak, proyek jembatan PUPR Provinsi Jambi yang mengucurkan anggaran senilai Rp. 16 Milyar ini, diduga asal jadi. Karena pembangunannya hanya menggunakan molen manual saja, tak hayal hal ini pun membuat masyarakat dan DPRD setempat angkat bicara.

Seperti yang disampaikan oleh Anggota komisi II DPRD Provinsi Jambi H. Abdul Hamid, SH menyayangkan pekerjaan proyek provinsi ini, dengan dana belasan Milyar dilaksanakan menggunakan alat manual.

“Kita akan pertanyaan ke dinas PU provinsi kenapa dikerjakan seperti itu, selain prosesnya lambat kwalitas nya juga akan beda,” Katanya.

Menurutnya, dilihat dari kondisi yang ada dilapangan, artinya pihak rekanan belum siap melaksanakan proyek sebesar Rp. 16 milyar tersebut.

Tentu hal ini menjadi pertanyaan baginya, terutama bagaiman pengawasan dinas terkait, terhadap pembangunan tersebut.

“Pengawasan dari dinas terkait bagaimana, sampai proyek sebesar itu hanya menggunakan alat manual,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi prahara proyek tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori tidak akan menutup mata, jika nantinya memang ditemukan ada kesalahan teknis, atau kelalaian dari pihak dinas terkait.

“Persoalan menggunakan alat manual atau tidak manual, itu kan masalah teknis, kami juga tidak bisa berkomentar.” Kata Fauzi saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com melalui selulernya, Rabu (01/01/2020).

Pun demikian, dirinya juga akan melihat terlebih dahulu klasifikasi alat manualnya seperti apa. Jika hanya untuk pembuatan pembetonan, itu masih bisa dimungkinkan.

“Tapi kalau pemasangan, misalkan tiang panca, itu pakai alat manual, itu kita pertanyakan. Jadi yang dimaksud dengan alat manual itu apa, karena yang saya liat di media sosial itu hanya pekerjaan offree.” Ujarnya.

Selanjutnya, wakil rakyat asal Kabupaten Merangin itu juga menyampaikan bahwa perihal proyek ini, juga akan dimasukkan dalam rencana mereka untuk melakukan tinjauan langsung ke lapangan nanti.

“Jadi kami sudah mengambil langkah-langkah, mendengarkan laporan tentang serapan anggaran, mengenai kualitas pekerjaan. Untuk pekerjaan ini, kami akan melakukan rapat kembali, untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan.” Paparnya.

Selain itu, terkait anggaran yang belasan milyar tersebut, pihaknya juga akan melihat besarnya itu kemana saja. Apakah itu dipekerjakannya atau di peralatan, itu akan dilihat nantinya seperti apa dulu.

“Besarnya mungkin di pembesiannya, mungkin di pajaknya. Jadi ini sudah kita bahas kemarin, dan coba akan kita tinjau nanti. Karena ini sudah muncul di media sosial. Kita juga tidak menutup mata,” tandasnya. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033