BERITA JAMBI – Sejak ditinjuk sebagai Pjs Gubernur Jambi oleh Menteri Dalam Negeri RI, Ir.Restuardy (Ardy) Daud, menyatakan bahwa dirinya akan berusaha maksimal menangani Covid-19 di Provinsi Jambi. Hari ke hari, Senin (05/10) ia mengupapayakan langkah-langkah, untuk memperkuat dan tingkatkan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi.
Setelah memimpin rapat dengan Pj. Sekda, Staf hli Gubernur, Asisten, dan para kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, Ardy Daud memimpin rapat dengan Satuan Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.
Kemudian, Ardy Daud meninjau salah satu gedung di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher. Sebagaimana yang direncanakan akan diselesaikan pembangunannya, untuk perawatan pasien Covid-19.
Baca juga : Demo UU Cipta Kerja, Buruh di Jambi Desak Copot Kadis
Selain itu, juga meninjau gedung yang diperuntukkan sebagai tempat isolasi di BPSDM Provinsi Jambi, Kota Baru, Jumat (2/10/2020) lalu.
Ardy berdiskusi dengan Tim Pakar dan Analis Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Badan Litbang Daerah Provinsi Jambi.
Selanjutnya, Pjs Gubernur Jambi ini berdiskusi dengan Kepala BPOM Provinsi Jambi, dan beberapa orang jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, ia minta tingkatkan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi.
Kepala BPOM Provinsi Jambi, Antoni Asdi menyampaikan beberapa hal kepada Ardy Daud, untuk bersama-sama dicarikan jalan keluarnya.
Berikut disampaikannya :
- Ketersediaan alat untuk uji swab, agar tetap dijaga (kalau reagan mungkin masih cukup untuk sampai Desember 2020).
- Personil untuk melakukan uji swab sebaiknya ditambah, dan BPOM siap untuk melakukan pelatihan (saat ini yang menguji 9 orang. Serta dibutuhkan butuh 6 orang lagi).
- Terkait penyampaian data hasil uji swab, agar bisa lebih cepat lagi disampaikan kepada publik, terutama data hasil uji swab yang negatif.
Lihat juga video : Klik Disini
Mananggapi apa yang disampaikan oleh Kepala BPOM Provinsi Jambi, Ardy Daud mengatakan bahwa dirinya sangat berharap, agar kapasitas pengujian uji swab, bisa terus ditingkatkan.
Dirinya juga mengatakan, saat ini pemeriksaan specimen uji swab dilakukan di BPOM dengan kapasitas 80 uji spesemen per hari (biaya digratiskan).
Apalagi, di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher berkapasitas 70 uji swab per hari. Namun tantangannya masyarakat masih harus membayar, untuk uji swab di RSUD Raden Mattaher.
