TANJABBAR – Pembangunan proyek dermaga apung di pelabuhan Amper Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tahun 2017 lalu kini mulai dipertanyakan.
Pasalnya, Dermaga apung yang dibangun mengunakan dana APBD 2017 ini, senilai Rp 450 juta rupiah melalui dinas Perkim Tanjabbar, diketahui secara misterius.
Hilangnya pelabuhan dermaga apung ini tentu saja mengundang pertanyaan masyarakat dan meminta Aparat hukum seperti Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Tanjabbar, segera usut tuntas keberadaan proyek ini.
Ambri, salah satu biro jasa speedboad di Pelabuhan Ampera Kuala Tungkal menyebut, hancurnya dermaga apung hingga hilang tanpa jejak diduga kuat salah perencanaan yang tidak matang, ditambah dalam Pelaksanaannya.
Diduga minim pengawasan, akibatnya proyek dikerjakan tidak sesuai dengan spek.
“Anehnya pihak terkait terkesan melakukan pembiaran. Hilangnya proyek tersebut, yang sudah jelas telah merugikan keuangan daerah ratusan juta rupiah,” sebutnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang speedboat, Amir mengatakan, dermaga ini begitu cepat mengalami kerusakan. Padahal belum sempat bertahun di fungsikan.
“Kalau dak salah sekitar baru berjalan 8 bulan proyek ini selesai dikerjakan telah rusak, tapi sudah dilakukan perbaikan. Namun perbaikan yang dilakukan tidak juga mampu bertahan lama dan akhirnya dermaga nya hingga kini hilang entah kemana, yang ada hanya tinggal bekas tiang dermaganya saja,” keluhnya.
Menurutnya, dermaga apung ini merupakan aset daerah dan dibangun mengunakan dana APBD, yang seharusnya tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Karena uang rakyat raib tanpa ada manfaatnya kemasyarakat ini sama juga proyek mubazir,” tegasnya.
Ia menyebut, seharusnya pihak terkait bisa melihat bagaimana kewalahannya dan sulitnya masyarakat beraktifitas sejak dermaga apung tidak ada lagi.
“Kita harus ekstra hati-hati untuk melangka naik turun ke speedboat ini. Saya sebagai masyarakat biasa merasa prihatin saja melihat kondisi pelabuhan ampera ini, meski sudah dibangun dermaga apung tapi sayangnya tidak mampu bertahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, kini hanya tinggal namanya saja dan bekas lokasi pembangunan untuk dermaganya tidak ada lagi.” ucapnya.
(hry)
