JAKARTA – Didaulat memberikan kata sambutan, pidato ganti presiden Eggy Sudjana berakhir dengan diusir pemimpin media dan wartawan.
Eggy Sudjana berulah saat memberikan sambutannya pada pembukaan Musyawarah Besar Pers Indonesia. Mubes berlangsung di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (18/12). Akibatnya, Eggy diusir dari pertemuan pewarta dari seluruh Indonesia itu.
Informasi yang dihimpun, peserta dari perwakilan organisasi pers, pemimpin media, serta para jurnalis marah. Mereka sontak langsung mengusir mantan pengacara Habib Rizieq Shihab itu, usai melontarkan kata ganti presiden.
Suasana Mubes Pers Indonesia, langsung ribut, namun berkat kesigapan para wartawan senior, langsung menenangkan suasana yang ribut.
Beruntung petugas keamanan langsung mengevakuasi Eggy, yang akan di amuk para pekerja pers.
“Tidak benar eggy itu mempengaruhi kita untuk ganti presiden, kita wartawan jangan mau diatur, karena kita netral, tidak berpihak,” tegas Riawan salah satu peserta Mubes asal Sulsel.
Mencemari Profesi Pers
Eggy Sudjana diusir wartawan, jadi viral. Iwan Hammer dari Media infonews, juga menyesalkan ucapan Eggy, yang sangat tidak elok, yang telah mencemari profesi pers.
Berita Lainnya : Koin Peduli Markus Pajero Sport, Aktivis Bakal Kirim ke DPR RI
“Eggy jangan masukkan profesi kami di rana politik, saya tau dia adalah penasehat hukum PA 212, dan penasehat salah satu teman wartawan kami, tapi jangan pernah mau mengatur kami,” tegasnya dilansir newstime.id
Heintje Mandagi, Sekretaris Sekber Pers indonesia mengatakan, pihak panitia tidak menyangka dan menyayangkan ucapan dari Eggy, yang frontal, membuat para peserta marah.

Panitia berjanji akan lebih berhati hati lagi, dan kegiatan ini bukan unsur politik, dan semua kegiatan Mubes atas ijin dari Presiden.
“Kami mohon maaf karena Eggy, telah mencoreng kegiatan akbar ini dengan ucapan yang mengundang kemarahan wartawan,” tutupnya.
Sasono Utomo TMII yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, menjadi tempat bersejarah bagi Insan Pers Indonesia. Ditempat inilah Dewan Pers Independen dideklarasikan bersama dengan kegiatan Musyawarah Besar Pers Indonesia. Deklarasi ini, diikuti 17 organisasi pers diantaranya KWRI, PPRI, AKRINDO, IPJI dan lainnya.
