Perkenalkan, Ini ‘Jeglongan Sewu’ Wisata Sungai Gelam

MUARO JAMBI – Aktifitas masyarakat di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten MUARO kembali terganggu. Lagi-lagi akibat jalan yang rusak. Namun apa daya, masyarakat tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mengelus dada.

Akibat lambannya pemerintah menangani masalah berlarut ini, jalan poros Sungai Gelam itu seperti ‘Jeglongan Sewu’ (seribu lobang). Sudah pemandangan biasa apabila melihat mobil yang membawa muatan terpuruk dijalan tersebut.

Teriakan masyarkat seolah tak didengar, setiap tahun jalan lah yang menjadi pokok permasalahan. Kecewa hanya itulah yang diterima masyarakat. Seperti yang dikatakan salah satu pengguna jalan kepada dinamikajambi.com.

“Masyarakat berharap pemerintah cepat tanggap melihat kondisi jalan Sungai Gelam. Saya hampir tiap hari melintasi jalan ini. Sudah makanan hari hari jalan (rusak,red) seperti ini,” ungkap Parlindungan Warga Petaling, Jumat (29/12).

Melihat kondis jalan yang sudah hancur lebur, beberapa perusahaan (PT) yang berdiri dan mengais rupiah ditanah itu seolah tutup mata. Dan kembali, masyarakatlah yang menjadi korban kenyataan.

“Pemerintah harus peka dengan apa yang diinginkan masyarakat. Dan buatlah peraturan agar PT yang ada di Sungai Gelam membatasi muatan sawitnya. Mau sampai kapan hancur begini,” keluh Parlindungan, kala dibincangi. (Tr01/Raw)

You cannot copy content of this page