MUARA BULIAN – Kabupaten Batanghari kini memiliki gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Ini setelah peresmian gedung IBI Cabang Batanghari yang berlokasi di Jalan Pramuka, Muara Bulian.
Peresmian Gedung IBI Batanghari berlangsung Meriah, saat Bupati Batang Hari yang diwakili oleh Asisten II Setda Batanghari, Muhamma Rifai Kadir, SE, MM meresmikannya pada Senin (19/10) pagi.
Selain itu, Peresiman gedung IBI tersebut, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, dr. Elfie Yennie, Mars, dan Kepala DPPKBP3A.
Tak hanya itu, juga ada Tesar Arlin, Ketua IBI Batanghari, Hj. Asmawati, SKM, M.Kes. Serta seluruh bidan, yang ada di Batanghari.
Baca juga : 9 Desember 2020 Bakal Jadi Momentum Kebangkitan Perempuan Jambi
Kemudian, Muhammad Rifai dalam sambutannya menyampaikan permintaan maaf, serta salam hormat dari Bupati Batanghari.
“Salam hormat dari Bapak Bupati Batanghari,” kata Rifai.
Selanjutnya, Rifai menyampaikan, IBI merupakan organisasi bidan Indonesia dimana ini, menjadi wadah bidan dalam mencapai tujuan. Hal ini juga melalui kebijakan peningkatan profesionalisme anggota, guna menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas.
“Visi IBI ini untuk mewujudkan bidan profesional, berstandar global. Misinya adalah untuk meningkatkan kekuatan organisasi. Dan meningkatkan mutu pendidikan bidan serta pelayanan,” ujar Rifai
Sementara itu, sehubungan dengan diresmikannya, gedung IBI ini diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan. Serta meningkatkan kinerja bidan dalam mendukung, dan memajukan pembangunan di bidang kesehatan di kabupaten Batanghari.
Lihat juga video : klik disini
“Sebagai sarana berurun rembuk, dalam penyusunan program kerja IBI. Dengan mengucap bismillahhirrohmannirohim, gedung IBI Batanghari dengan ini saya resmikan,” ucap Rifai.
Untuk diketahui, IBI didirikan pada tanggal 24 Juni 1951, menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada tahun 1951. Dan bergabung menjadi, anggota International Confederation of Midwives (ICM) pada tahun 1956. Kantor pusat berada di Jakarta, IBI memiliki perwakilan di 34 provinsi. Serta 509 kota/ kabupaten dan 3728 ranting, di seluruh Indonesia.
