MUARO JAMBI – Lagi-lagi soal jalan poros Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Dengan masih belum maksimalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi melakukan penanganan terhadap jalan rusak tersebut, memunculkan kekecewaan dari banyak pihak.
Salahsatunya hadir dari Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI). Ketua SPTI, Jefri Naldi mengutarakan keprihatinannya terhadap kondisi berlarut yang harus ‘dicicipi’ masyarakat setiap hari. “Dengan keadaan seperti itu, sangat memprihatinkan untuk masyarakat setempat yang setiap hari beraktifitas dijalan tersebut,” katanya.
Seharusnya pemerintah, bilang Jefri, dan perusahaan, harus saling bahu-membahu dalam perawatan jalan. Namun nyatanya, perawatan jalan tidak diimbangi dengan berbagai kapasitas muatan yang tidak terkontrol.
“Untuk mobil Fuso yang tonase besar itu, pemerintah harus turut andil dalam penertiban kapasitas tonase jalan,” tegasnya saat berbincang melalui sambungan telepon.
Ketua Serikat Pekerja Transport Indonesia itu pun mempertanyakan kinerja Pemkab Muaro Jambi yang dipimpin oleh Bupati Masnah Busyro, serta Wakil Bupati Bambang Bayu Suseno yang dinilainya lamban dan terkesan tutup mata dalam mengambil tindakan.
“Saya mendengar, buk Masnah Busyro dan Bambang Bayu Suseno sudah mengetahui itu (jalan rusak). Tapi kok belum ada tanggapan,” ujar Jefri keras. (Tr01/Raw)
