BERITA NASIONAL – Pemerintah akan mengalokasikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap ustad dan guru di Indonesia yang ada di Ponpes dan Madrasah. Pemberian BLT ini untuk membantu ekonomi mereka akibat terdampak Covid-19.
Hal ini dijelaskan oleh Menteri Keuangan. Sri Mulyani, pihaknya akan memberikan insentif kepada ustad dan guru melalui skema bantuan sosial (Bansos) dan BLT.
“Bantuan pemerintah dari sisi kesehatan juga dalam bentuk pengadaan dan pemberian rapid test. Serta swab test yang dilakukan oleh pemerintah bagi para santri. Yang menunjukan gejala indikasi Covid di lingkungan pesantren.” Kata Sri Mulyani dalam video virtual.
Baca Juga : Gubernur Jambi Serahkan Bantuan JPS di Ponpes Jauharul Falah
Dikutip dari SINDOnews.com, Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 2,3 Triliun dalam anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk diberikan kepada mereka.
Selain itu, Menkeu juga menjelaskan dana BLT tersebut akan dialokasikan untuk lembaga Ponpes, madrasah serta lembaga pendidik Alquran.
“Dalam program pemulihan ekonomi nasional dialokasikan bantuan operasional pendidikan untuk lembaga pesantren dan madrasah serta lembaga pendidikan Alquran sebesar Rp2.3 triliun.” Katanya
“Ini tujuannya untuk membantu lebih dari 21.173 lembaga pesantren dan 62.153 lembaga madrasah dan 112.008 lembaga pendidikan alquran.” Tambahnya.
Pemerintah juga akan membangun ekonomi berbasis syariah negara, melalui pengembangan instrumen keungan negara yang berbasis syariah.
“Sejak 2008 kita sudah mengembangkan surat berharga syariah negara, sekarang jumlahnya sudah mencapai Rp1.500 triliun. Kementerian Keuangan juga mengeluarkan proyek desukuk. Lebih dari 3.000 proyek infrastruktur menggunakan sukuk yang berbasis proyek dengan nilai mencapai Rp118 triliun,” tandasnya.
Sumber : SINDOnews.com
