MUARO JAMBI – Kandidat kuat Pemilihan Bupati (Pilbup) Muaro Jambi 2017, Masnah Busro menjadi tempat pengaduan bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Bahar Utara dan Sungai Bahar. Salah satunya pada pembangunan pemerintah yang tidak merata.
Desa Bukit Jaya misalnya, desa transmigrasi yang dibuka pada tahun 1996 ini belum tersentuh aspal. Kondisi jalan yang buruk, menambah terpuruknya ekonomi warga yang mayoritas sebagai petani sawit ini.
“Hampir setiap hari ada mobil yang terbalik disini,” sebut warga.
Tak hanya soal akses jalan, beberapa program pemerintah dinilai tidak menyentuh masyarakat disini. Hal serupa didapati dinamikajambi.com di Dusun Alam Sakti. Akses jalan menuju daerah yang disebutkan berpenduduk 700 mata pilih itu sangat ekstrim dan sulit dilalui kendaraan.
Mendapati hal ini, Masnah yang berpasangan dengan Bambang Bayu Suseno (MB3) ini tampak tersentuh. Terlebih dengan pelayanan pemerintah yang menyulitkan warga.
“Untuk pembangunan yang merata, kita memang harus membenahi pemerintahan. Pemekaran, adalah jalan yang harus kita lakukan. Mana daerah yang layak kita mekarkan, kita mekarkan. Ini untuk mempercepat pelayanan pemerintahan. Sebab, wilayah Muaro Jambi ini sangat luas,” bilang Masnah.

Pemekaran wilayah yang digagas pasangan yang diusung PKB-PAN ini tak hanya datang dari Bahar. Warga di Kecamatan Mestong dan lainnya juga telah meminta pemekaran. Dikatakan Masnah, periode pemerintahan 2010 – 2014 tidak ada pemekaran kecamatan di Muaro Jambi.
