JAMBI – Kasus jalan perumahan Mendalo Residence berbelit dan bakal rumit. Nekat gali jalan perumahan TNI, PT RGM lapor ke Polda Jambi.
Kesal, tapi Muksinin mencoba untuk bersabar menghadapi kasus perumahan yang diresmikan Danrem 042/Gapu Kol Inf Dany Budiyanto itu pada 20 Januari 2019 lalu.
Perumahan di belakang UIN STS Jambi itu awalnya Ia adukan ke Polres Muaro Jambi. Sebagai pengembang usai take over dari Triswan, Ia dibuat kaget bukan kepalang setelah jalan perumahan digali.
Namun Ia makin kaget, setelah Rahman yang mengali jalan tersebut melapor polisi. Eh, laporan atas tuduhan penyerobotan tanah tersebut ditanggapi, sementara Muksinin yang melapor pengrusakan atas pengalian, malah sebaliknya.
Sosok pengusaha dengan logat kental jawa itu makin tak habis pikir adalah, Ia memiliki dokumen lengkap perumahan tersebut.
“Lalu, dengan apa Dia (Rahman,red) melapor ke Polres? Surat, dokumen perumahan itu ada semua sama saya. Saya beli perumahan, pasti ada akses jalan toh,” bebernya, Jumat (18/9/20) siang.
Pengrusakan Jalan Perumahan TNI PT RGM
Rahman sendiri, merupakan pengembang awal perumahan. Kemudian Ia menjual ke Triswan. Selanjutnya, Triswan menjual ke Muksinin.
“Saat saya beli, semua asetnya ditunjukan oleh generasi kedua, ‘’katanya.
Menariknya, kasus yang sudah berlanjut selama 2 bulan itu dikatakan Muksinin, terus ditindaklanjuti Polres Muaro Jambi. Orang terkait perumahan diperiksa, sebaliknya Muksinin tak bisa berkomunikasi dengan petugas.
Berita Terkait : Dilaporkan ke Polda Jambi, Rahman : Mau Saya Apakan Terserah
Berita Terkait : Polemik Perum Mendalo Residence, PT RGM Buat Laporan ke Polda Jambi
Bingung dan berang, Ia pun melaporkan kasus perumahan kerjasama perusahaannya dengan Markas Besar (Mabes) TNI membangun KPR Swakelola BP TWP AD ke Polda Jambi.
Muksinin telah menyiapkan berkas dan dokumen terkait. Tak hanya pengrusakan jalan, Muksinin bakal melaporkan kasus pemalsuan dokumen.
Ia berharap, Polda Jambi cepat menanggapi. Sebab, pekerjaan perumahan itu kini terdampak dengan tak bisa masuknya material. Dari 50 pekerja, kini hanya 1-2 pekerja yang bisa bekerja.
Kerugian juga dialami rekanan perumahan, warga perumahan sekitar dan akad kredit perumahan.
“Hampir 300 unit rumah yang kami bangun, dan sudah akad kredit itu umumnya merupakan prajurit Batalyon Infranteri Raider 142/KJ,” ungkapnya.
