SAROLANGUN – Tingginya penyalahgunaan Narkoba di Sarolangun, membuat Bupati H.Cek Endra khawatir. Apalagi, Sarolangun menjadi jalur lintas Sumatera, jalan lintasnya bagi peredaran Narkoba. Perihal ini diketahui ketika Badan Narkotika Nasional Wilayah Jambi baru-baru ini turun ke Sarolangun.
“Pemerintah dan pejabat kita harus bersih dari narkoba, saya sempat diskusi dengan kepala BNN, dan saya sangat menginginkan hadirnya lembaga BNN, sehingga kita bisa menganggarkan secara maksimal. Yang penting lembaganya, kalau anggarannya, kita siap berkomitmen di APBD II ini siap. Dari dulu saya inginkan ini, bahkan saya sudah menyiapkan kantor dan lahan untuk rehabilitasi lokal Sarolangun,” ujar Bupati
Mengingat keinginan Bupati agar tercapainya kehadiran BNN dan rehabilitasi Narkoba di Sarolangun, ia bersama BNN Jambi akan menghadap Pemerintah pusat.
“Nanti kami akan bersama sama dengan kepala BNN jambi untuk kejakarta agar keinginan kita dikabulkan,” katanya.
Untuk pengawasan, bupati mengatakan hanya Kabupaten Batanghari yang memilki itu, padahal yang tinggi narkoba ada di Sarolangun.
“Pengawasan hanya di Batanghari untuk narkoba ini, padahal banyak di Sarolangun. Saya menginginkan ini, sekarang Sarolangun tidak bisa menganggarkan secara maksimal, karena kepala seksi pun tidak ada disini. Sekarang di geserlah di Kesbangpol, kepala seksi narkoba itu bukan di struktur, hanya dibagian kegiatan, jadi kita tidak fokus. Sedangkan menurut saya kondisi kritis disarolangun ini, maka itu harus betul betul kita punya komitmen,” tegas Bupati
Menurut Bupati, saat sekarang Narkoba sudah merambah ke wilayah Kecamatan yang berada dalam Kabupaten Sarolangun, tentu ini menjadi tugas besar lagi bagi Pemerintah Daerah dan pihak aparat penegak hukum.
“Kalau ini dibiarkan, saat sekarang hampir setiap kecamatan anak anak muda kita sekarang sudah terngaruh dan saya khawatir akan hal ini, mudah mudahan. Kalau bisa tahun depan kita sudah berdiri, tadi sudah saya kasih tau ke Bappeda menjelang pengesahan lembaga ini besarkanlah anggaran kita disana agar bisa bersosialisasi, tidak mesti lembaga disahkan, tetapi kita sudah mulai,” tukasnya
Untuk strategi pencegahan, Bupati nantinya akan konsultasi dengan BNN Jambi bagaimana Pemerintah Kabupaten Sarolangun bisa menterjemahkan ini ke masyarakat tentang Narkoba.
“Itulah yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Memang kerja dalam memberantas narkoba ini tidak bisa sendiri, kita harus saling bahu membahu, sinergi semuanya, yang penting pembinaan mental dan pencegahan kita sama sama jalani,” jelas Bupati lagi
Kendati demikian, ia berharap dengan kehadiran BNN di Sarolangun bisa menyemangati Pemerintah dalam memberantas Narkoba.
“Agar kami lebih semangat lagi untuk mengaktulisasi lagi baik dari segi anggaran, kebijakan maupun nanti kegiatan kegiatan sosialisasi di sekolah. Saya menaruh harapan besar disini, inilah salah satu cita cita saya di periode terakhir ini, untuk mendirikan BNN disini termasuk pusat rehabilitasi kita di Bathin VII,” tandasnya (Ajk)
