SENGETI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengadakan Musrenbang RKPD Muarojambi dengan tema “Melalui Musrenbang RKPD Kabupaten Muarojambi mari kita wujudkan pembangunan muarojambi tuntas 2022,” di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/3).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menyampaikan bahwa, Musrenbang ini sangat penting dilakukan untuk membahas program pembangunan yang akan dicapai.
“Pada hari ini merupakan tahapan yang sangat penting, dalam hal ini membahas prioritas program pembangunan dalam mewujudkan target yang telah di tetapkan,” sampainya.
Selain Wabup, berharap masing-masing perangkat daerah dapat mempedomani arah pembangunan RPJP Kabupaten dengan memperhatikan prioritas program dan target capaian untuk tahun 2019.
“Saya menghimbau agar masing-masing perangkat daerah untuk konsisten dan terencana untuk membuat RKPD,” tuturnya.

“Agar penentuan program prioritas pembangunan dalam mendukung target capaian pemerintah provinsi dan nantinya menjadi acuan dalam menyusun anggaran untuk tahun yang akan datang,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, yang diwakili oleh Alfian menyampaikan, ada 3 sektor yang menjadi RKPD daerah dalam hal ini Kabupaten Muarojambi.
Alfian menjelaskan bahwa 3 sektor dalam RKPD daerah tersebut yaitu penguatan konektivitas antar wilayah melalui penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan Penguatan konektivitas, serta jaringan logistik daerah yang mndukung sektor unggulan peningkatan sektor produksi.
“Selain itu, peningkatan sektor pertanian menjadi prioritas daerah. Dalam meningkatkan layanan sektor pertanian yaitu melalui penyedian dana untuk pertanian, peningkayakan produksi pangan, dan pembangunan rehab irigasi,” jelasnya
Ia juga menyampaikan bahwa ada 6 isu strategis Bumi Sailun Salimbai dalam konteks regional dan nasional diantaranya adalah kawasan strategis pariwisata nasional.
“Kota jambi diuntungkan oleh Kabupaten Muarojambi, dalam hal destinasi wisata yang ada di Kabupaten Muarojambi,” ujarnya
Lebih lanjut Ia menjelaskan karena orang yang datang dan ingin liburan itu ke muarojambi, misalnya Candi atau arah Petaling, mereka tidak tinggal disana, tetapi tinggal atau nginap di Kota Jambi. Jadi secara pengeluaran konsumtif itu ada di Kota Jambi.
“Kota jambi membuka aksesibilitas ke tempat akses wisata. Dalam kesempatan ini, kita perlu kembngkan salah satunya candi muarojambi.” jelasnya. (Din/hms)
