MUARO JAMBI – Kabut asap yang cukup tebal terpantau saat ini tengah menyelimuti wilayah Kabupaten Muaro Jambi, dari pantauan di lapangan pada Jumat (16/8/19) terlihat jarak pandang di wilayah berkisar hanya 500 meter saja. Tak hanya memengaruhi jarak pandang, kabut asap juga membuat mata menjadi perih.
Menyikapi hal ini, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro angkat bicara. Menurutnya, kabut asap yang cukup tebal saat ini tengah menyelimuti wilayah Bumi Sailun Salimbai, merupakan asap kiriman dari provinsi Tetangga, Sumatera selatan.
“Asap itu kiriman dari Kabupaten Musi Banyu Asin yang jaraknya cukup berdekatan dengan Kabupaten Muaro Jambi,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (16/08/2019).
Selanjutnya Bupati Masnah mengaku pihak pemerintah saat ini terus melakukan koordinasi dengan Kabupaten Muba, melalui pemerintah provinsi dalam mengatasi masalah kabut asap ini.
“Dalam hal ini kita terus melakukan koodinasi dengan pemerintah tetangga terkait kabut asap ini,” lanjutnya.
Selain itu Bupati juga mengimbau kepada masyarakat, para pelajar dan anak sekolah untuk memakai masker saat berada di luar rumah. Namun dengan kondisi ini bupati mengatakan belum ada rencana untuk meliburkan sekolah di wilayah Kabupaten Muarojambi.
“Sayo menghimbau kepada semua masyarakat muarojambi untuk selalu menggunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan, apa lagi anak- anak.” tutupnya
Sementara itu, Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono mengatakan, pihak Kepolisian Resort Muaro Jambi terus melakukan upaya pengamanan di ruas ruas jalan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas akibat dari pekatnya asap yang ada.
“Dalam kondisi asap pekat seperti sekarang ini kita tetap berupaya melakukan pengamanan di ruas jalan,” ucapnya.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan raya baik yang memakai kendaraan roda dua dan roda empat untuk tetap menghidupkan lampu kendaraannya pada siang hari guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Saya menghimbau kepada semua pengguna jalan agar menyalakan lampu, untuk menghindari kecelekaan,” himbaunya. (Din)
