JAMBI – Masih dilanda Pendemi Virus Corona atau Covid-19, harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi mengalami penurunan. Tak ayal, perekonomian masyarakat bagai diujung tanduk.
Bagaimana tidak, setelah beberapa bulan dilanda wabah Virus dari Wuhan China tersebut, perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi terus tergerus.
Baca juga : Bantuan Covid-19 Dari Pemerintah, Jadi Polemik di Merangin
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bekerja di Perusahaan milik swasta, seperti swalayan dan sebagainya dirumahkan.
Hal ini tentu menjadi dampak yang signifikan bagi masyarakat di Provinsi Jambi, karena selain minimnya akses pekerjaan, tentu pendapatan yang mereka terima semakin hari terus menurun.
Apalagi, ditengah wabah seperti ini pemerintah yang menghimbau, agar tidak banyak beraktivitas di luar rumah, akan menjadi bumerang tersendiri bagi mereka. Terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan, sesuai dengan kegiatan harian yang dilakukan.
Salah satunya, yakni petani kelapa sawit yang memang sumber pemasukannya, hanya dari hasil perkebunan bahan dasar dari minyak mentah tersebut.
Lagu bagaimana dengan nasib mereka, jika penghasilan yang diperoleh dari hasil kebun mereka, seperti kelapa sawit nilai jualnya semakin turun ?
Ditambah lagi, harga Tandan Buah Segar (TBS) kepala sawit di Provinsi Jambi, dari minggu ke minggu terus mengalami penurunan.
Seperti Putri Rainun, selaku Kepala Bidang (Kabid) Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi, saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com pada Kamis (14/05/2020).
Putri mengatakan, bahwa berdasarkan hasil rapat Dinas Perkebunan bersama pihak terkait, di 11 kabupaten Kota di Provinsi Jambi, harga sawit untuk minggu ini mengalami penurunan.
Ia menjelaskan, harga sawit di Provinsi Jambi untuk satu pekan kedepan, mulai dari tanggal 15-22 Mei 2020 turun sebanyak 76.48 rupiah, dibandingkan Minggu lalu.
“Harga sawit untuk minggu ini, turun sebesar 76.48 rupiah dibandingkan Minggu lalu,” kata Rainun melalui selulernya.
Penyebab Turunnya
Dirinya juga membeberkan, penyebab turunnya harga TBS sawit ini, masih dikarenakan wabah Covid-19, yang hingga sekarang tak kunjung usai.
“Penyebabnya ia Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat, khususnya Petani agar terus memenuhi standar dari pabrik, agar harga yang diperoleh lebih baik.
Selain itu, Kabid Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi ini menghimbau, agar masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintah, sesuai dengan protokol Kesehatan.
Lihat juga video : Penjelasan Pemerintah Soal Anggaran Awal Penanganan Covid-19
Dengan demikian, semakin berkurangnya wabah Covid-19 ini, maka kondisi perekonomian di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi semakin membaik.
“Tetap patuhi himbauan pemerintah, agar Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga kondisi harga hasil perkebunan bisa kembali normal, dan lebih baik lagi.” Tandasnya. (Nrs)
