Mantan Wakil Dekan UIN Jambi, Sebut Ini Alasan Pelecehan Seksual Pada Mahasiswa Sulit Diungkap

JAMBI – Kasus pelecehan seksual pada kalangan anak muda zaman sekarang, makin hari semakin kerap terjadi, mulai dari yang pacaran, mahasiswa dan dosen bahkan ayah dan bapak. Hal ini tentu mengundang tanya ditengah masyarakat, apakah dunia semakin panas, atau memang manusianya yang tak lagi takut akan hukum?, entahlah.

Mengkaji hal tersebut, Beranda Perempuan Jambi menggelar Konferensi Pers Launcing Hasil Study Pelecehan Seksual Pada Mahasiswa. Bertempat di Lantai III, Gedung STISIP Nurdin Hamzah. Rabu (9/1).

Dalam kegiatan tersebut, mereka memaparkan hasil dari penelitian dari beberapa kampus yang ada di Jambi. Di dalam nya diuraikan berbagai bentuk pelecehan seksual yang saat ini kerap terjadi. Mulai dari tempat, gambaran situasi pelaku saat melakukan pelecehan terhadap korban.

Seperti yang disampaikan oleh Bernadeta Dian selaku Staf Riset dan Kampanye Beranda Perempuan. Dirinya menyampaikan bahwa dari hasil penelitian, ternyata menemukan pelecehan dan kekerasan seksual pada mahasiswa paling banyak terjadi diruang lain, selain kampus dan rumah dosen.

“Hal ini terjadi karena relasi dosen dan mahasiswa, yang berlangsung memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen mengadakan pertemuan – pertemuan diluar kampus. Beberapa kasus tempat pertemuan seringkali terjadi di kafe atau hotel.” paparnya.

Selanjutnya wanita berparas berparas cantik itu, juga menjelaskan berdasarkan hasil penilaian responden yang mereka dapat, bahwa tempat yang paling kerap terjadinya pelecehan tersebut, adalah diluar dari rumah dosen dan kampus. Seperti yang diperoleh yakni ruang dosen hanya 7 persen kemungkinan terjadi, ruang belajar 14 persen, dan rumah dosen 16 persen, dan tempat lain 44 persen, selebihnya tidak menjawab 19 persen.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender UIN STS Jambi, Zarfina Yenti bahwa saat ini banyak modus yang dilakukan para pelaku terhadap korbannya. Namun untuk mengungkapkan kasus tersebut ke muka umum, tidaklah gampang dikarenakan adanya tekanan, baik dari pihak pelaku maupun dari korbannya sendiri.

“Adapun tekanan yang kerap terjadi pada korban, bisa jadi dirinya takut dari reaksi keluarganya dan Lingkungan sosial terhadap korban. Serta menjaga nama baik kampus.” pungkasnya. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page