Kasus Pemukulan Mahasiswa Viral, Ini Kata Presiden BEM UIN Jambi

JAMBI – Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi, Senin (20/08) sore mendadak jadi sorotan. Hal ini lantaran, adanya keributan antar mahasiswa dengan Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kamahasiswaan (PBAK)

Informasi yang dihimpun, S mengalami luka memar akibat ribut dengan oknum Panitia PBAK. Kejadian sekitar pukul 16.20 Wib di lingkungan Masjid kampus, S dan 2 rekannya sedang bersosialisasi dengan mahasiswa baru terkait organisasi mereka.

Organisasi eksternal ini, rupanya sudah diperingati oleh panitia. Namun ketiganya, masih bersikukuh dengan sosialisasi. Tak ayal, panitia yang memberikan sikap refrensif, ditolak dan menimbulkan gesekan antara ketiganya berujung keributan.

Berita Lainnya : Geger, Terlibat Sabu 150 Kg, Anggota DPRD Diujung Tanduk

Usut punya usut, organisasi yang ditawarkan tersebut sudah disepakati untuk tidak masuk kampus. Pun demikian, kegiatan tersebut belum memberikan pemberitahuan pada kampus.

Dikonfirmasi hal ini, Presiden BEM UIN, Ari Kurniadi mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Ia baru tahu, saat malam harinya.

“Habis kegiatan tadi, saya langsung istirahat. Saya diberitahu terkait keributan ini,” ungkap Ari pada Dinamikajambi.com

Dikatakan Ari, panitia sebenarnya sudah memperingatkan. Hanya saja, informasi yang didapatkan Presiden Mahasiswa ini, ketiga mahasiswa tak mengindahkan hal tersebut.

Presiden Mahasiswa UIN Jambi, Ari Kurniadi
Presiden Mahasiswa UIN Jambi, Ari Kurniadi

Kampus Perguruan Tinggi Agama Islam sangat berhati-hati dengan kelompok dan organisasi yang berafiliasi kepada gerakan radikalisme dan melarang keras organisasi tersebut masuk kampus. Terkait hal itu, pihak kampus sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang boleh mensosialisasikan organisasinya di momen PBAK ini.

Pun demikian, pada pemberitahuan akan kegiatan tersebut. Bilang Ari, ketiga mahasiswa tersebut tanpa mengantongi izin kampus maupun panitia.

“Kegiatan organisasi ekstra seperti itu, harus mendapatkan izin dari panitia. Buatkan surat,” terangnya.

“Selain itu, ini kan kegiatan rekrutmen. Melibatkan massa. Kan bisa membuka stand perekrutan di sekitar auditorium sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh panitia,” terangnya.

Berita Terkait : Dari Sungai Gelam, Ari Kurniadi, Presiden Mahasiswa UIN STS

Mahasiswa asal Sungai Gelam, Muaro Jambi ini mencontohkan pada kegiatan HMI. Dimana, HMI membuat surat serta izin dalam kegiatan.

Meski begitu, Ari mengaku sudah berupaya berkomunikasi dengan mahasiswa tersebut. Selain sebagai Presiden BEM, Ari belakangan disudutkan sebagai biang kejadian tersebut. (Win)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page