JAKARTA – Sampai saat ini Partai Gerindra belum melihat capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) cuti dari kerja-kerja sebagai kepala negara untuk kampanye pilpres 2019.
Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahri menduga ada keengganan Jokowi untuk segera cuti. Dia pun menduga Jokowi ingin memanfaatkan kekuasannya.
“Jadi, watak demikian mencerminkan budaya politik yang tidak etis. Memanfaatkan kedudukan untuk melanggengkan kekuasaan,” ujar Nizar kepada JawaPos.com, Sabtu (2/3).
Nizar pun menduga, Jokowi sedang dalam posisi terdesak. Sehingga harus memanfaatkan posisinya sebagai presiden untuk mempertahankan kedudukannya.
Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini menegaskan, seharusnya Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) bertindak atas belum cutinya Jokowi ini.
“Namun sayangnya Bawaslu tidak ada bedanya, seperti macan ompong yang takut kepada kekuasaan,” ungkapnya.
Jika tindakan Jokowi tidak ditegur, dia khawatir hal ini akan menjadi presiden buruk dan bisa ditiru seorang petahana untuk tidak mengambil cuti. Sebab menurutnya, dalam etika politik tindakan Jokowi ini tidak pantas ditiru.
”Jadi, dalam etika politik, tindakan Jokowi tidak pantas ditiru,” ungkapnya.
Sumber : Jawapos.com
