Jika Pelebaran Jalan Mendalo Batal Dibangun, Bupati Minta Jangan Salahkan Pemerintah

JAMBI – Upaya pemerintah mengatasi kemacetan jalan di ruas jalan Mendalo, tampaknya menemui kendala. Pasalnya, sejumlah warga meminta ganti rugi tinggi.

Dari informasi yang dirangkum awak media daring ini, warga meminta ganti rugi Rp 4 juta permeter. Sedangkan alokasi ganti rugi yang disiapkan, hanya Rp 2 juta.

Hal ini dibenarkan Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro menjawab Dinamikajambi.com dikediaman pribadinya, Selasa (27/2) sore. Bilang Masnah, permintaan ini merugikan banyak pihak, lantaran pembangunan jalan terkendala.

“Coba bayangkan, ganti rugi permeter itu Rp 4 juta. Kalau 1 rumah, bisa habis Rp 400 juta. Kalau 2 rumah, sudah berapa? Sedangkan anggaran yang disediakan Rp 27 Milyar,” beber Bupati.

Bukan tak mungkin, sambung Bupati pertama di Provinsi Jambi dari kaum hawa itu, pelebaran jalan tertunda. Pemerintah pusat, bilangnya, memberikan waktu 3 tahun.

“Kalau diulur-ulur, minta ganti rugi sampai batas waktu, batal dibangun gimana? Kalau dak jadi dibangun, kagek pemerintah jugo disalahkan,” ungkap Bupati.

Meski begitu, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi ini mengaku tak mau menyerah. Ia akan berupaya maksimal, agar pelebaran jalan dapat tetap berjalan.

“Apapun akan saya lakukan. Karena ini kepentingan masyarakat banyak. Baik warga setempat, mahasiswa dan ribuan pengendara motor atau mobil. Kami minta kerjasamanya. Ini kepentingan bersama,” tandasnya. (Win)