Jembatan Terbengkalai Batanghari Siap Dibangun, Tapi…

JAMBI – Jembatan Plaju II di Desa Karmeo, Batin XXIV, Batanghari yang terbengkalai, mendapat respon dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV. Terkait hal ini, BPJN yang mengaku sudah membahas persoalan ini, berharap pemerintah dan dewan bisa mendukung pembangunan.

Kepala BPJN IV, Junaidi mengatakan, sejak jembatan tersebut dibangun 2009, permasalahan sudah timbul. Bilang Junaidi, saat mau dibangun, dilarang masyarakat. Mereka menuntut ganti rugi dan menutup jalan.

“Kami akan berkirim surat ke bupati minta agar jalan dekat jembatan tersebut, bisa dijamin dibebaskan supaya kami bisa mengganggarkan biaya pembangunan jalannya,” katanya.

Baca Juga : Proyek Jembatan di Merangin Persempit DAS, Ini Ancamannya

Tak hanya dari pemerintah kabupaten, BPJN juga membutuhkan dukungan dari DPRD Batanghari. Kemudian sambungnya, terlebih dari Dapil setempat dukungan diperlukan untuk jembatan terbengkalai di Batanghari itu.

“Syukur kalo dewan tersebut bisa membantu kita supaya warga mengizinkan kita bangun aspal jalan,” ungkap Junaidi.

Berita Terkait : Soal Jembatan Terbengkalai, Dewan Angkat Bicara

Lihat Juga : Banjir di Kota Jambi Makin Jadi

Dengan dukungan eksekutif dan legislatif, masih dikatakan Junaidi, kejadian penutupan jalan seperti jembatan di perbatasan Kota Jambi, tidak terulang lagi.

“Persis seperti jembatan kenali kecil, jembatan sudah jadi tapi warga melarang tanahnya dipake untuk jalan. Sampai saat ini, Pemprov dan pemkab tidak bisa membebaskan lahan tersebut.” pungkasnya. (Tim)

You cannot copy content of this page