Jembatan Batal Dibangun, Masyarakat Ancam Demo Bupati

PAMENANG – Masyarakat Kecamatan Pamenang meradang. Harapan mengunakan jembatan baru yang direncanakan dibangun pada tahun anggaran 2016, mendadak “hilang”. Masyarakat mengancam mengelar aksi, bila pembangunan jembatan yang di impikan itu batal dibangun.

Kabar batal dibangunnya Jembatan gantung yang di anggarkan senilai Rp 1,6 Milyar itu membuat masyarakat resah. Bagaimana tidak, jembatan yang saat ini digunakan dalam kondisi mengkhawatirkan. Jembatan baru, sangat dibutuhkan sekali dengan tingginya pengunaan sarana infrastruktur itu.

“Kita maunya jembatan baru. Seperti yang dianggarkan dalam APBD Merangin. Jembatan baru sangat penting sekali untuk aktifitas dan jalur ekonomi masyarakat. Kalau begini, kita sangat kecewa sekali dengan masyarakat,” beber Kadir, Ketua RT 13 Kelurahan Pamenang saat dibincangi Koran Ini, kemarin (17/1) siang.

Kata Kadir, jembatan yang berada tak jauh dari pasar pamenang, sekitar 400m itu sangat diharapkan masyarakat. Antusias masyarakat itu dibuktikan dengan surat pembebasan lahan untuk jembatan. Tak hanya di dusun tuo, warga di seberang dusun juga telah memberikan surat pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan.

“Surat sudah sudah lengkap. Surat pembebasan lahan 6x20m dengan status tabah hibah. Makonyo, kalau ini dak jadi, masyarakat pasti marah. Masyarakat siap demo,” tegas Kadir

Dikonfirmasi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Merangin Dapil III, Zainuri mengaku terkejut dengan perubahan mendadak pembangunan jembatan. Dengan nada tinggi, Ketua DPC Hanura Kabupaten Merangin itu mempertanyakan perubahan sepihak anggaran APBD Merangin 2016.

“Jembatan baru ini sudah masuk dalam RKA Kabupaten Merangin 2016 dengan anggaran Rp 1,6 Milyar. Ini statusnya bangun baru, bukan rehab. Ini sangat-sangat mengecewakan,” kecam Zainuri saat ditemui awak media.

Sebelumnya, sambung Zainuri, jembatan ini sudah di usulkan pada anggaran sebelumnya yakni pada tahun 2015 di APBD-P Merangin. Hanya saja, saat itu Ia menginginkan anggaran penuh untuk jembatan. Ia pun mengalah.

“Namun sayangnya, maksud baik saya jadi begini. Memang sudah disetujui, tapi ini malah berubah dan sepihak,” kesalnya

Terkait hal ini, Zainuri langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merangin, Arif. Benar saja, RKA paket Jembatan gantung itu berubah. Baik dari sisi anggaran yang turun lebih dari Rp 1 Milyar, paket pembangunan itu juga berubah menjadi rehabilitasi jembatan yang tak jauh dari lokasi rencana.

“Saya pegang RKA untuk jembatan itu. Jembatan itu rencananya dibangun dengan lantai plat besi. Tapi ternyata ada perubahan di DPA. Waktu saya hubungi, beliau (Kadis PU) bilang RKA bisa saja berubah,” ungkap Zainuri saat mengunjungi lokasi rencana pembangunan.

Untuk itu, Zainuri mengatakan akan menemui Bupati Merangin terkait hal ini. Sebab, lanjutnya, ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Saya akan temui Bupati Merangin. Ada apa ini? Kita akan minta jawaban. Jika tidak ada solusi, jangan salahkan bila masyarakat turun ke jalan,” tegasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *