Jalan Rusak dan Kerap Kecelakaan, Ketua RW Keluhkan Angkutan Batubara

BATANGHARI – Polemik mangkutan batubara seakan tak pernah ada habisnya. Meskipun beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan pengusaha batubara yang menghasilkan 12 poin kkesepakatan.

Kali ini keluhan datang dari Dwi Indriano, Ketua RW 03 Kelurahan Teratai, Kecamatan Muarabulian. Keluhan ini muncul akibat jalan diwilayah tempat tinggalnya, sering, bahkan hampir tiap malam terjadi kecelakaan diakibatkan jalan yang rusak tersebut.

“Jalan ini rusak diakibatkan banyak angkutan batubara yang melintas disini, kurang lebih sekitar 4 tahun belakangan. Karena jalan yang rusak ini hampir tiap malam terjadi kecelakaan di sini, baik orang sini maupun orang dari jauh,” ujar Dwi.

Meskipun dalam kesepakatan tersebut terdapat poin yang mengatakan Asosiasi pengusaha batubara (Sarolangun dan Batang Hari) bersedia untuk membangun jalan khusus meliputi Sarolangun Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi untuk angkutan batubara dan akan diadakan pertemuan khusus (Minggu kedua Bulan April 2018) terkait Jalan khusus batubara. Namun hingga saat ini angkutan batubara masih melintas di jalan umum kabupaten Batanghari.

Meski bagaimanapun Dwi berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki jalan tersebut dan segera melarang angkutan batubara melintas jalan umum, agar dapat mengurangi angka kecelakaan yang diakibatkan jalan yang rusak, serta jika sudah diperbaiki jalan tersebut tidak kembali rusak karena dilalui angkutan batubara yang memiliki tonase besar. (Ali Kucir)