SENGETI – Isu masa berlaku tabung gas 3 Kg beberapa waktu lalu, membuat khawatir para penguna. Terlebih, kabar tersebut bukannya mereda usai mendapat tanggapan dari Pertamina, malah semakin santer belakangan ini.
Nurani, salah satu warga Desa Jambi Kecil, mengaku khawatir dengan banyaknya pemberitaan terkait gas subsidi tersebut. Buntutnya, Nurani jadi takut saat mengunakan gas 3 Kg itu.
“Saya lihat di berita di tv, katanya banyak gas yang sudah habis masa berlakunya beredar. Saya jadi takut kalau-kalau meledak, karena sudah habis masa belakunya,” katanya.
Minimnya pengetahuan masyarakat dan pemilik pangkalan gas, dan tidak adanya sosialisasi dari instansi terkait untuk memberi pemahaman tentang bagaimana jenis tabung gas lpg 3 kg yang telah habis masa berlakunya, membuat tak redanya kekhawatiran masyarakat menggunakan gas lpg
“Kami dak tau ciri-ciri gas Lpg yang sudah habis masa berlakunya. Kami dak pernah dibagi tau cara melihatnya,” ceritanya.
Hal sama juga disampaikan oleh Husni, pemilik pangkalan gas lpg yang berada di daerah Sengeti. Husnil mengaku, tidak mengetahui tanda atau pun kode akan berakhirnya masa berlaku tabung.
“Kami juga tidak tau ciri-ciri gas lpg yang telah habis masa berlakunya,” katanya.
Pihaknya sangat berharap dari instansi terkait untuk mengadakan sosialisasi terkait dengan hal tersebut. Dengan demikian, pemilik pangkalan dan masyarakat Muaro Jambi bisa mengetahui ciri-ciri gas lpg yang sudah habis masa berlakunya.
“Kami berharap ada sosialisasi dari instasnsi terkait kepada kami dan masyarakat tetang ciri-ciri gas yang sudah habis masa berlakunya, dan kami dapat membedakannya,” tutupnya. (Din)
