JAMBI – Terkait dugaan pasien di Jambi terindikasi Virus Corona dari China, Plt. Direktur RSUD Raden Mattaher, Samsiran Halim sebut tetap waspada, meskipun secara klinis perjalanannya tak dicurigai terkena Corona.
“Kita tetap waspada saja, bukan apa-apa. Kalau secara klinis perjalanan ini, sama sekali tidak dicurigai terkena Corona. Itu yang perlu saya jelaskan. Karena demam juga tidak ada, kondisi pasien sesak tidak ada. Tapi pastinya harus lab,” katanya.
Sebelumnya diketahui, pasien tersebut adalah seorang Wanita berinisial WDZ (26), yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jambi.
Baca juga : Dugaan Virus Corona di Jambi, Pemprov : Jangan Panik
Baca juga : Guru di Jambi Ini Diduga Terkena Virus Corona
Pria yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi itu menjelaskan, Kronologisnya pada hari Sabtu (25/01) sekitar pukul 20.00 wib, Pasien yang dirawat di rumah sakit Siloam ada keluhan batuk pilek, dan meriang.
“Yang kita khawatirkan hanya dia baru pulang dari luar negeri. Karena di RSUD ada khusus untuk penanganan seperti virus flu burung dan yang lainnya, makannya di rujuk ke rumah sakit Raden Mattaher.” Sebutnya.
Oleh karena itu, RSUD Raden Mattaher siapkan untuk itu, dengan menyiapkan ruang isolasi khusus dengan perlengkapan lengkap.
“Karena kita takut juga, dengan petugas kita. Jadi sekitar jam 10 malam di rujuk lah ke Rumah Sakit Raden Mattaher, dan kota rawat di ruang isolasi.” Jelasnya.
Setelah dilakukan investigasi dan di periksa, ternyata memang pasien ada perjalanan ke Muhan China pada akhir Desember 2019, dan ke Jambi melalui Cingkareng pada tanggal 4 Januari 2020 kemarin.
“Itu kita cek di pasport nya. Dan dia masuk ke rumah sakit sekitar tanggal 25 Januari. Tapi setelah beberapa ada keluhan demam sehingga dia periksa ke Siloam,” paparnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher, kondisi pasien tidak demam, dan batuk sesak nafas juga dalam keadaan baik.
“Tapi kita tetap waspada, karena dia dari Muhan, maka kita tetap waspada. Seharusnya kalau masa infutasinya sudah 14 hari, dia sudah tidak mungkin. Kalau memang daoatvdan datangnya dari sana, pasti di tanggal 18 dan 19 kenanya. Tapi ini sudah tanggal 24-25,” bebernya.
Untuk memastikan penyakit yang dialami pasien, positif Corona atau tidak, hari ini Senin (27/01) pihak rumah sakit akan mengirim hasil sample nya ke pusat.
“Kita ambil dahaknya kemarin, dan kita kan kirim ke pusat hari ini.” Pungkasnya. (Nrs)
Lihat video : Klik Disini
