Hujan, Pendapatan Petani Karet Turun Drastis Hingga…

BATANGHARI – Curah hujan sangat tinggi hampir sebulan terakhir. Kondisi cuaca ini berdampak langsung bagi masyarakat yang mengandalkan perkebunan khususnya komoditi karet. Menurunnya pendapatan, membuat para petani kelimpungan.

Betapa tidak, musim penghujan membuat penghasilan petani karet turun hingga 40 persen.

“Biasanya kami ini dalam seminggu bisa mengumpulkan getah sampai 70KG, tapi dengan kondisi hujan seperti ini kami hanya bisa mengumpulkan hingga 30-35kg saja,” keluh Joko, petani karet di Terentang, Batanghari.

Musim Penghujan kali ini memang turun secara Sporadis di wilayah pinggiran Provinsi jambi. Menurut BMKG Provinsi Jambi, hal ini terjadi dalam pergantian musim. Lantas, bagaimana Cara para petani bertahan hidup dengan hasil yang dirasa kurang dan apa yang mereka lakukan?

“Harga karet memang beranjak naik mas, tapi kalau musimnya seperti ini ya sama saja megang duitnya sedikit juga. Jadi sebagai petani kami juga bertahan dengan cara petani juga yaitu bertani bercocok tanam sayuran,” kata Fadholi, petani karet lain.

Getah karet merupakan sumber penghasilan utama di wilayah Terentang ini. Hampir seluruh masyarakatnya menggantungkan hidup dengan hasil kebun karet.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *