BERITA JAMBI – Dalam pidato pertama Gubernur Jambi saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Jum’at (09/07) Al Haris bikin Program mau bangun Kampus Maritim, namun kalau tidak selesai akan di lempar ke Gubernur selanjutnya.
Hal ini di sampaikan Haris, saat gelar Konferensi pers dengan sejumlah awak media, usai rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Jambi kemarin.
Baca juga : Antusiasme Pembangunan Gubernur Jambi Hingga Ujung Jabung, Ini Tanggapan DPR RI
Gubernur terpilih itu mengatakan, bahwa dalam programnya pada masa jabatan 2021-2024 ini, Ia akan bangun Universitas Maritim. Namun, pria asal Kabupaten Merangin ini belum bisa memberikan kepastian, perencanaan itu bisa rampung atau tidak hingga 2024 mendatang.
Bilangnya, seandainya nanti universitas Maritim yang di program kan bakal di bangun di Jambi itu tidak rampung, maka bisa di lanjutkan oleh gubernur selanjutnya.
Betapa tidak, guna memaksimalkan potensi kemaritiman Ujung Jabung, Haris bikin program bangun Kampus Maritim.
Haris mengatakan, bahwa langkah pertamanya bakal menyusun perencanaan. Kemudian, usai rampung secara perencanaan kawasan, akan di lanjutkan dengan menata desain Perguruan Tinggi.
“Paling tidak, Politeknik bisa di bangun di situ. Nah, kita kan lagi merancang dengan Bupati yang tiga ini, untuk kawasan itu kedepan dengan desain,” ungkapnya.
Kalau Tak Selesai, Lempar ke Gubernur Selanjutnya
Sementara, di lansir dari laman resmi jdih.kemdikbud.go.id, merujuk pada Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri.
Pada Pasal 7 dalam Permendikbud itu menjelaskan, setidaknya terdapat 35 point syarat pendirian mendirikan PTN.
Seperti dari segi tenaga pengajar, harus mendatangkan minimal 5 orang Dosen, dengan kualifikasi akademik yang berlaku.
Selanjutnya, guna terwujudnya pendirian Politikteknik sebagaimana penuturan Gubernur Jambi itu. Agaknya, berdasarkan Permendikbud itu, Pemprov perlu menyediakan lahan minimal 10 hektar, dengan status hak pakai atas nama Pemerintah Pusat.
Belum lagi soal sarana prasarana :
- Ruang kuliah paling sedikit 1 (satu) meter persegi per Mahasiswa.
- Lalu, Ruang Dosen tetap paling sedikit 4 (empat) meter persegi per orang.
- Kemudian, Ruang administrasi dan kantor paling sedikit 4 (empat) meter persegi per orang.
- Ruang perpustakaan paling sedikit 200 (dua ratus) meter persegi, termasuk ruang baca yang harus dikembangkan sesuai dengan pertambahan jumlah mahasiswa.
- Ruang laboratorium, komputer, dan sarana praktikum dan/atau penelitian sesuai dengan kebutuhan setiap Program Studi.
- Buku paling sedikit 200 (dua ratus) judul per Program Studi, sesuai dengan bidang keilmuan pada Program Studi.
Melihat runutnya persyaratan pendirian Kampus Maritim yang di canangkan Gubernur Jambi itu, akankah waktu 3 tahun optimal untuk mewujudkannya? Entahlah.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Pun demikian, Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN ini, akan terus berupaya mewujudkannya.
“Paling tidak, pondasi sudah ada ya. Kita sudah membuat rencana, langkah-langkah pondasi ke arah itu. Nah itu kita harapkan, karena ini kebutuhan daerah. Saya kira, kedepan siapapun gubernurnya Insya Allah akan di lanjutkan. Ini bukan hal yang hura-hura gitu loh,” timpalnya. (Tr01)
