BERITA BISNIS – Terhitung pada minggu ke-4 Oktober 2021, harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Jambi kembali mengalami kenaikan harga. Berikut tips bagi para petani dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal.
Sebagaimana di ketahui, belakangan ini angin segar menghampiri para petani kelapa sawit di Jambi. Betapa tidak, komoditi yang masa panen per 2 minggu itu, terus mengalami kenaikan harga.
Baca juga : Antusias Masyarakat Muaro Jambi Ikuti Vaksinasi Massal
Dari data yang di peroleh Dinamikajambi.com, dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Sabtu (30/10/2021). Data tersebut menunjukkan harga TBS sawit di Jambi usia 10-20 tahun yang semula Rp. 3.030,9/kg, kini kembali mengalami kenaikan sebesar Rp. 144,64/kg.
TBS Usia 10 Tahun
Itu artinya, per 29 Oktober hingga sepekan mendatang, harga TBS usia 10-20 tahun di Jambi kini mencapai Rp. 3.175,53/kg.
Selanjutnya, untuk TBS usia 21-24 tahun berada di posisi harga Rp. 3.078,77/kg. Tak jauh berbeda, harga TBS usia 25 tahun ke atas kini mencapai Rp. 2.935,29/kg.
Lalu, untuk TBS yang dibawah usia 10 tahun memiliki harga yang bervariasi. Contohnya, TBS usia 9 tahun berada di kisaran Rp. 3.082,20/kg.
Sementara, untuk TBS usia 2 tahun masih di kisaran harga Rp. 2.489,12/kg, lalu kemudian, usia 5 tahun senilai Rp. 2.960,05/kg.
Tak ayal, hal ini mendapat masukan dari Kadisbun bagi para petani. Bilangnya, bertepatan momen kenaikan harga ini, petani dapat meningkatkan produksi TBS, dengan sistem yang alami tanpa merusak tanaman.
“Jangan lupa kebun sawitnya dipupuk, tingkatkan kualitas dengan memanen TBS yang sudah masak,” ungkapnya, Minggu (31/10/2021).
Dura dan Tenera
Salah satu tips bagi para petani, dengan ketepatan waktu panen tentunya berpengaruh pada kualitas panen berikutnya. Selain itu, Ia juga menyarankan agar TBS berjenis Tenera dan Dura untuk di bedakan.
Adapun perbedaan kedua jenis TBS tersebut yakni, TBS Dura cenderung memiliki ukuran cangkang dan biji yang besar. Namun, oleh karena ketebalan daging yang terkesan tipis, Dura sendiri memiliki kandungan minyak yang sedikit.
Berbeda dengan TBS Tenera, adalah jenis varietas kelapa sawit yang bersifat unggul. Jenis ini, dihasilkan dari program pemulian/perkawinan silang antara kelapa sawit pisifera, sebagai indukan jantan dan kelapa sawit tenera sebagai indukan betina.
Tak ayal, kelapa sawit tenera ini cenderung memiliki ciri khas lapisan daging yang tebal. Uniknya, kelapa sawit berjenis tenera memiliki diameter yang tak terlalu besar, alias sedang dan mangandung minyak cukup banyak.
“Pisahkan TBS Tenera Dengan dura, TBS di bawah umur 10 tahun dengan di atas 10 tahun. Dan juga, pisahkan TBS dengan berat di bawah 5 kg,” tambahnya.
Jangan Panik
Disamping menyarankan para petani untuk meningktakan kualitas TBS, Agusrizal juga menjelaskan, bahwasanya kenaikan harga dipengaruhi oleh permintaan pasar dunia.
Itu artinya, jika sewaktu-waktu permintaan pasar sedang anjlok, maka harga TBS secara otomatis akan mengalami penurunan. Atas hal itu, Ia juga menyarankan bagi para petani untuk berjaga-jaga.
“Seandainya, terjadi penurunan harga jangan panik. Kenapa, karena harga ditentukan oleh banyaknya permintaan pasar dunia.” tutupnya. (Tr01)
