JAMBI – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariansyah sebut untuk saat ini memang harga bawang putih di Jambi sangat tinggi.
Hal ini disampaikannya, usai menggelar rapat persiapan kunjungan dirjen pengembangan ekspor nasional dalam rangka Rakorda stabilitasi harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Kamis (18/4) di Tempoa Jambi.
“Mmemang saat ini harganya memang tinggi-tinggi, Rp. 42.000.” katanya.
Dirinya mengatakan, bahwa pemyebab tingginya harga bawang putih kni dikarenakan produknya impor dari luar, dan stoknya pun juga terbatas.
“Karena bawang nya kota putih ini, memang produk impor dari luar. Sementara dari luar stoknya menipis.” jelasnya.
Untuk itu, melalui kegiatan tersebut ia sudah memyampaikan kepada bidang perdagangan, untuk menelusuri langsung distributor bawah putih ini kepusat, guna memastikan stok dari bawah putih ini.
“Coba telusuri distributor bawang putih kita, itu ada di pusatnya ada. Kalau memang stoknya tidak ada, minta ke pusat, kita jembatani. Kalau misalnya stoknya ada di tahan, minta di gelontorkan, supaya bawang itu merata di bawah.” imbuhnya.
Saat ditanyakan apakah stok lokal ini sendiri tidak ada, sehingga harus mennggunakan barang impor ? Kadisperundag itu mennyebut ada, akan terapi kualitis bawangnya kecil-kecil. Sehingga minat konsumen untuk membeli itu lebih sedikit.
“Untuk lokal ada, tapi kecil-kecil. Tadi disampaikan dinas pertanian kultikultural, yang memang tidak disukai oleh konsumsi kita, karena kecil-kecil itu.” pungkasnya.
(Nrs)
