Gubernur : Sungai Bahar Tidak Akan Dibangun Jalan Aspal, Tapi……

JAMBI – Buruknya infrastruktur jalan di tiga (3) kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi yakni Sungai Bahar, Bahar Utara, dan Bahar Selatan menjadi viral di dunia maya, hingga menjadi perbincangan hangat kalangan masyarakat. Akhirnya Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli angkat bicara terkait persoalan hajat hidup orang banyak ini.

Zola menegaskan bahwa, jalan di tiga kecamatan itu, nantinya tidak akan dibangun dengan jalan aspal biasa. Alasan yang diungkapkan Gubernur Jambi ini adalah soal ketahanan jalan tersebut, karena selalu dilalui kendaraan bertonase besar.

“Sungai Bahar itu tidak akan dibangun menggunakan aspal biasa lagi, percuma kita bangun seperti itu. Ndak sampai setahun hancur, ndak sampai setahun hancur. Kenapa seperti itu, karena banyak mobil bertonase besar lalu-lalang dijalan itu,” kata Zola, Selasa (15/11), usai menghadiri sebuah kegiatan.

jalanbaharparah
Jalan poros Bahar rusak parah. Lalu lintas kendaraan pun harus berhenti

Lantas jalan apakah yang dimaksud gubernur termuda di Indonesia ini. Zola kembali memaparkan bahwa untuk tiga kecamatan diwilayah Muaro Jambi itu akan dibangun jalan dengan struktur rigid beton.

Namun, pemilihan jalan dengan rigid beton yang akan diterapkan itu tentu akan menimbulkan konsekuensi baru, nah apa itu. Bilang zola, konsekuensinya provinsi akan mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan membangun jalan dengan aspal biasa.

“Akhirnya kita gunakan apa, rigid beton. Nah konsekuensinya, ini harus dipahami. Konsekuensinya, biayanya lebih besar dibandingkan aspal. Uangnya tidak bertambah,” ujar Zola.

“Kadang’kan kita pengen disana dibangun pak, disini dibangun pak. Di Muaro Jambi saja ada Sungai Gelam juga yang harus diperhatikan, kan bukan hanya satu jalan yang mesti dibangun.
Kami mencoba untuk bisa membangun ini merata, disebelas kabupaten/kota,” sambungnya memberikan penekanan.

Untuk itu, Gubernur Jambi ini meminta masyarakat untuk bersabar. Dan ditahun 2016 ini, Zola lebih lanjut menjelaskan bahwa provinsi sudah menyiapkan anggaran sebesar 17 Miliar untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut, dan secara bertahap tuntas hingga selesai.

“Tapi harus ada kesabaran. Nah dengan rigid beton ini biayanya lebih besar untuk di Bahar ini, panjangnya saja itu 100 KM lebih. Terbayang tidak. Tahun ini sudah kami anggarkan sekitar 17 Miliar masuk 2016, tahun depan (2017, red) kami anggaran juga, bertahap-bertahap. Mungkin dengan panjang 100 KM lebih itu ada masyarakat yang belum dibangun, ya mungkin sedang menuju kesana, sabar,” tegas Zola.

“Gak mungkin juga semua dana ini kita fokuskan kesana, gak bisa dong, yang lain juga begitu,” tandasnya