Gawat, Ada Harimau di Kebun, Warga Tanjabbar Jadi Resah

Tanjabbar – Masyarakat Desa Dusun Mudo, Kecamatan Papalik Kabupaten Tanjabbar, dihebohkan dengan kemunculan Harimau di kebun.

Kemunculan harimau tersebut terjadi pada Rabu (6/5) lalu, yang dilihat oleh seorang warga di Kebun Plasma PT Citra Koperasindo Tani (CKT) Afdeling I.

Baca juga : Gubernur Dinilai Lamban Tangani Covid-19, Badko HMI : Mundur Saja, Itu Lebih Terhormat

Kepala Desa Dusun Mudo, Anggi Saputra saat di konfirmasi, Minggu (10/5/20) membenarkan bahwa Informasi tersebut. Ia mengaku terima laporan dari seorang warga.

“Saya dapat laporan itu dari warga saya di RT 09/03 Desa Dusun Mudo. Warga saya bilang dia melihat seekor harimau di kebun sawit sedang lewat,” ujar Kades.

Ia menceritakan bahwa, jejak kaki dari harimau tersebut sebenarnya telah terlihat, oleh warga sekitar dua minggu terakhir.

“Namun, memang masyarakat sekitar masih menerka-nerka, apakah jejak kaki adalah si Raja Hutan atau bukan.” Tuturnya.

Meskipun demikian, kata Anggi warga sudah mulai merasa resah dengan jejak tersebut.

Setelah ada warga yang melihat si Raja Hutan tersebut, mereka menyakini bahwa jejak kaki tersebut adalah jejak kaki harimau, dan semakin resah

“Kalau jejak kakinya sudah dari dua minggu yang lalu, sudah diresahkan warga dan sekitar lokasi. Cuma yang ini memang nampak harimau itu, jalan dari belakang. Nampak bokongnya,” sebutnya.

Dirinya menjelaskan kemunculan Harimau di Dusun Mudo, Kecamatan Papalik ini, bukan pertama kalinya menghebohkan warga setempat.

“Terakhir kali tahun 2018 (kemunculan harimau). Waktu itu ada harimau lepas dari mobil, yang jatuh bawa harimau,” ungkapnya.

Tak ayal, kejadian ini membuat masyarakat resah, sehingga tidak berani untuk melakukan aktivitas di kebun.

Tidak hanya itu, alasan lain lantaran kemunculan harimau tersebut, tidak jauh dari permukiman warga.

“Itu lokasinya di kebun masyarakat, bukan di permukiman warga. Tapi memang agak dekat juga dengan permukiman, sekitar 700 meter lah. Aktifitas warga sudah terganggu. Warga ketakutan dan was-was untuk ke kebun. Apalagi, warga yang melihat nian harimau itu jalan,” terangnya.

“Itu warga yang berondol dan pemanen buah sawit yang nemuinnya. Jadi cuman lari itu lah yang diutamakan orang itu, jadi tidak sempat moto,” sambungnya.

Susah Dilaporkan ke BKSDA

Untuk itu, pihaknya juga telah melaporkan kepada BKSDA untuk melakukan pencarian harimau tersebut.

Namun, katanya hingga saat ini belum ada Tim BKSDA yang datang, untuk mengecek dari penemuan kemunculan harimau tersebut.

“Tim BKSDA belum turun, informasinya kalau ngak hari ini ada turun. Yang turun kemarin sudah kami dari pihak desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kecamatan,” tuturnya.

Lihat juga video : 15 Positif Covid-19 di Merangin, Tim Gabungan TNI Polri Gelar Patroli

Ia berharap agar Tim BKSDA untuk segera turun mengecek, keberadaan harimau tersebut. Hal ini lantaran memang membuat warga sekitar resah, dan takut untuk melakukan aktivitas ke kebun.

“Harapan kita supaya cepat dlakukan langkah-langkah, pemulihan mental warga. Karena warga sudah was-was dengan keberadaan harimau itu,” tutupnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033