Ganja Aceh Dilegalkan ‘Kurangi Kemiskinan’

BANDA ACEH – Peneliti ganja sekaligus Guru Besar di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Profesor Musri Musman optimis, apabila ganja dilegalkan dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, maka bisa mengentaskan kemiskinan di Tanah Rencong.

“Bila setiap penduduk memiliki kesempatan untuk bisa diberi, misalnya sekian satu hektare untuk menanam, dan ada regulasi-regulasi yang mengatur itu, saya sangat berkeyakinan wilayah Aceh dan penduduknya ini tidak perlu disubsidi oleh negara. Mereka dapat membiayai diri dan justru menyumbang ke daerah-daerah lain,” kata Musri kepada wartawan dikutip dari Tagar.id

Musri menjelaskan, upaya dalam mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan tanaman ganja, harus dilakukan dengan serius.

Baca juga : Polda Jambi Ringkus 29 Kg Ganja Di Gudang Sekolah

Artinya, masyarakat dari kalangan bawah harus dilibatkan dalam mengelola hasil dari komoditas ganja tersebut.

“Kita mengharapkan pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat, jangan banyak-banyak, lima tahun ini saja beri kesempatan (untuk menanam ganja), kalau kita gagal berarti tidak mampu menangani potensi kita sendiri,” imbuhnya.

Baca juga : Terciduk Bawa Narkotika Jenis Ganja, 2 Pemuda Ini Diamankan Polres Kerinci

Menurut dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah ini, tanaman ganja sebenarnya memiliki kegunaan yang cukup besar, salah satunya yaitu untuk minyak yang bisa dimanfaatkan untuk dunia medis.

“InsyaAllah kemudian mereka (masyarakat) dapat menyuling sendiri dengan menggunakan ketel sederhana akan keluar minyak, minyak inilah yang berharga, 10 mili liter itu harganya 60 USD,” ujarnya.

Dengan demikian, maka diyakini angka kemiskinan di provinsi paling barat Pulau Sumatera itu bisa diturunkan.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dirilis BPS Aceh pada 2019, jumlah penduduk Aceh yang masih berada di bawah kemiskinan mencapai 15,01 persen atau 810 ribu orang.

Kenyataan itu menjadikan Tanah Rencong sebagai provinsi, dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera

“Syarat untuk menurunkan angka kemiskinan yaitu utamakan keterlibatan bersama, jangan ada monopoli-monopoli, masyarakat harus dilibatkan dan masyarakat memiliki kesempatan untuk itu,” tukasnya.

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033