TANJABBAR – Pemkab Tanjabbar melalui Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dinilai gagal dalam relokasikan pedagang ikan dari yang lama, ke pasar rakyat yang baru.
Bahkan pasar rakyat yang baru, yang disediakan Pemkab Tanjung Jabung Barat tampak kosong. 90 lapak yang dibangunan dengan anggaran milyaran rupiah tersebut, kini hanya jadi pajangan saja.
Baca juga : Dari 11.000, SMA/SMK Negeri di Jambi Hanya Bisa Tampung 5000 Siswa ?
Pantauan dilapangkan terlihat suasana jual beli antar pedagang, dan pembeli dipasar yang lama( jalan nasional) terlihat masih tetap ramai.
Terkait hal ini Kepala Disperindag Tanjabbar, Syafriwan mengakui jika pihaknya telah gagal memindahkan para pedagang, ke lokasi yang selesai dibangun.
“Saya akui saya gagal memindahkan pedagang ke lokasi yang baru,” ucapnya.
Ia menyebutkan, bahwa pada awal pihaknya sudah pernah relokasikan pedagang, untuk menempati lapak di lokasi yang baru.
Di lokasi bangunan baru ini, semua faslitas sudah penuhi. Namun, baru dua mingguan ditempati, pedagang kembali ke lokasi lama.
“Pedagang beralasan pembelinya sepi. Sekarang di lokasi lama, sudah marak kembali oleh pedagang,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini kondisi bangunan pasar baru tersebut, dalam keadan kosong melompong.
Lihat juga video : Klik Disini
Sudah tidak ada lagi pedagang, yang menggelar dagangan di atas lapak gedung baru itu. Saat ini hanya dibagian luar saja, yang masih bertahan menjajakan dagangan.
” Dulu kita mengklaim 90 persen berhasil memindahkn pedagang. Tapi sekarang kondisinya terbalik. Jelas kita gagal. Saya tidak punya kekuatan, untuk memaksa pedagang pindah,” Akuinya. (hry)
