JAMBI – Persidangan kasus proyek di Tanjung Jabung Barat ini makin seru. Pasalnya, terlibat kasus pipanisasi di Tanjabbar disebut Fasha.
Kasus Mega proyek pipanisasi Tanjung jabung barat, telah sampai tahap akhir. Namun ada fakta yang menarik dalam persidangan ini, yakni terdakwa Hendri Sastra selaku Kadis pekerjaan umum Tanjab Barat (Tanjabbar), yang beberkan 2 nama pejabat besar di Jambi dibalik itu semua.
Adapun dua nama tersebut adalah, Syarif Fasha yang saat ini menjabat sebagai Walikota Jambi 2 periode, dan Safrial Bupati Tanjabbar.
Didalam persidangan beberapa waktu lalu, Hendri selaku terdakwa mengungkapkan pada tahun 2010 lalu mengetahui adanya korupsi di proyek ini. Dihadapan hakim dirinya mengaku ditelpon Safrial ke rumahnya, bahwasanya Fasha mau ke rumah.
Baca Juga : Kasus Pipanisasi Digarap, Penyidik Pastikan Tak Tebang Pilih
Selanjutnya, saat bersamaan Fasha dengan keadaan emosi mengeluh dengan fee yang diterimanya dari pipa hanya 10 persen. Kemudian dari pengerjaan 10 persen, 20 persen untuk Safrial.
Untuk menemukan titik terang atas fakta di persidangan tersebut. Wartawan Dinamikajambi.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Fasha, yang disebut terlibat kasus pipanisasi di Tanjabbar itu.
Namun, sayangnya Walikota Jambi dua periode itu memilih bungkam.
Fasha menyampaikan, bahwa dirinya tak mau memberikan komentar terkait masalah itu. Karena menurutnya, perusahaannya tidak ikut andil disitu.
Lihat Juga Video : Detik-detik Pasien 01 Jambi Pulang Usai Isolasi
“Saya no komen masalah itu. Kamu cari narasumber lain saja terkait kasus itu.” kata Fasha saat dikonfimasi Dinamikajambi.com usai acara pengukuhan perwakilan BPKP, di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Kamis (10/1/19).
(Nrs)
