Digeruduk Massa, BCA Bungkam Tapi Sebut ‘Pengadilan’??

KOTA JAMBI – Pertemuan tertutup nasabah dan perwakilan lain bersama perwakilan Bank Central Asia (BCA) Cabang Jambi serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digelar usai demo massa dan nasabah. Namun sayang, tidak ada keterangan soal aksi demo nasabah yang diduga kuat kehilangan ratusan juta rupiah.

Puluhan wartawan dari berbagai media, Senin (11/9) siang tampak kecewa dengan sikap bank. Salah satu perwakilan bank berpakaian berwarna merah, hanya memberikan secarik kertas berkop surat BCA. Tak satu pun pertanyaan wartawan dijawab wanita mengenakan kacamata.

Sementara nasabah, Ati Yanto (35) mengaku, pertemuan 5 orang pihaknya dengan perwakilan bank dan OJK, meminta waktu untuk memproses pelayanan tersebut.

“Mereka (BCA,red) meminta waktu 2 bulan,” ungkapnya menjawab puluhan awak media.

Menariknya, Ati sempat mengucapkan kata ‘Tunggu di Pengadilan’ disela-disela langkahnya keluar dari bank. Namun saat dikonfirmasi, Ati menjawabnya tidak takut.

“Kalau dibawa Pengadilan, saya tidak takut. Saya siap,” bilangnya tanpa menjelaskan.

Ati yang mengaku sudah menjadi nasabah terhitung dari tahun 2008 silam mendesak pihak bank mengungkap oknum yang menyamar atau mengunakan identitas sebagai Ati.

“Banyak surat kuasa atas nama Ati melakukan transaksi. Siapapun yang mengandakan nama Ati, mohon di proses,” kecam pria berkacamata itu.

Sebelumnya, Bank BCA yang terletak di Kecamatan Pasar, Kota Jambi, tepatnya berada didepan Rumah Sakit Theresia Jambi, Senin (11/09), pukul 10.30 WIB, digeruduk massa.

Sekelompok massa yang menamakan diri mereka Koalisi Masyarakat Peduli Jambi, mengklaim bahwa pihak Bank BCA telah lalai dalam melaksanakan tugas sesuai ketentuan, sehingga membuat nasabah yang bernama Ati kehilangan sejumlah uang.

Bukan sedikit, berdasarkan data yang berhasil diterima dinamikajambi.com, Ati pria berkulit putih itu, kehilangan uang dengan jumlah sebesar Rp 600 juta dari rekening pribadi tanpa diketahui dirinya sendiri. (Raw/Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *