SAROLANGUN – Upaya Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam membina Suku Anak Dalam (SAD) dari nomaden (berpindah-pindah) agar menetap, melalui program bercocok tanam. Upaya pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura itu, menyisakan silang pendapat.
Pelaksana Tugas (Peltu) Dinas TPHP Helmi mengatakan kampung madani untuk kampung SAD yang dipelopori oleh TNI, pihaknya sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu.
“Pihak TNI sudah melakukan koordinasi dengan dinas TPHP dalam hal untuk memohon bantuan penyediaan bibit tanaman, dan itu sudah kita fasilitasi dengan bibit buah buahan, seperti duku mangga dan lain lain,” kata Helmi
Selain itu, tanaman yang berupa sayur sayuran juga diberikan, bahkan pihak TPHP dan TNI membuka lahan untuk dijadikan kebun percontohan terhadap SAD atau juga dikenal Orang Rimba.
“Kita juga sudah memberikan kebun percontohan disitu dengan menanam jagung dan ketela pohon, insya allah lahan itu akan subur jika dipelihara, terakhir kita juga memberikan bibit jagung sebanyak tiga karung persiapan untuk suku anak dalam agar bercocok tanam,” jelasnya
Bukan hanya itu saja, Helmi juga mengatakan pihaknya melakukan penyuluhan dengan SAD bagaimana melakukan bercocok tanam sebenarnya.
“Dan mereka (SAD) sangat antusias dalam hal ini, akan tetapi ada beberapa tehknik untuk menanam yang mereka ketahui berdasarkan kata nenek moyang mereka. Untuk menanam ketela pohon berdasarkan ilmu penyuluh tanamnya harus tegak lurus, sementara mereka meminta dan memohon untuk menanam miring. Tapi kita mengabuli permintaan itu, dengan dua persepsi, ada yang lurus dan miring,” katanya.
Alasan SAD meminta menanam miring katanya, jika menanam dengan lurus makan akan menghasilkan buah yang kecil-kecil.
“Membandingkan nanti yang mana akan menghasilkan, menurut mereka, jika menanam lurus maka buahnya kecil, sedangkan ilmu pertanian ppl yang mengatakan benar menanamnya adalah tegak lurus,” bebernya
Untuk lahan yang di jadikan kebun percontohan lanjutnya, berkisar seperempat hektar.
“itu nantinya akan ditanam jagung, dan Lahan seluas untuk jagung ini berkisar seperempat hektarlah serta untuk ketela pohon,” tandasnya
Dengan bercocok tanam ini secara terus menerus, salah satu cara menanam sayuran agar warga SAD bertujuan agar tidak kemana-kemana untuk mencari sesuatu karena sudah tersedia dikawasan mereka.
“Dengan harapan nanti inikan kebun percontohan, jika nanti rumahnya dihuni dan tanahnya kebelakang bisa menanam dengan melihat kebun percontohan,” imbuhnya (Ajk)
