Desakan Ekonomi, Kakek Tua di Mandiangin Jadi Kurir Sabu

SAROLANGUN – Sulitnya ekonomi saat sekarang ini, membuat kakek tua yang bernama Arfan, warga Desa Peranginan Kecamatan Mandiangin harus merasa dinginnya hotel prodeo. Arfan yang berusia 68 tahun, ditangkap oleh anggota Polres Sarolangun melalui Satuan Narkoba karena telah melakukan penyalahgunaan Narkotika hingga menjadi kurir sabu didaerahnya.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kasat Narkoba AKP Tongam Manalu, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Dirinya mengatakan, bahwa penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat.

“Iya benar, penangkapan kita lakukan pada jumat (28/9) lalu sekitar pukul 14.00 wib dirumah tersangka. Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan, yakni berupa satu buah kaleng berwarna hitam yang berisi 50 klip plastik yang berisi serbuk kristal putih bening di duga narkotika jenis sabu,” kata AKP Tongam Manalu jum’at (05/10)

Selain itu, katanya, juga ditemukan 2 buah bong yang merupakan alat hisap yang digunakan untuk menghisap shabu dan uang sebesar Rp 15 juta yang di duga hasil penjualan narkotika jenis Sabu sabu.

“Terduga pelaku ini diamankan saat sedang duduk di dalam rumah, lalu anggota unit satuan narkoba masuk ke dalam rumah tersangka, dan langsung mengamankan pelaku serta memanggil perangkat desa setempat untuk melakukan penggeledahan,” terangnya

Untuk modus pelaku dalam menjalankan bisnis haramnya, lanjut AKP Tongam Manalu, dengan cara menyelipkan narkotika jenis shabu yang sudah dimasukkan ke dalam plastik kecil diantara obat antibiotik.

“Untuk barang haram ini diperoleh pelaku dari Kota Jambi. Dan untuk penjualan, rata-rata pelaku menjual dengan harga Rp 300 sampai Rp 500 ribu per bungkus kecil,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 114 Ayat (2) atau pasal 112 ayat(2).

Sementara itu, Arfan terduga pelaku yang diamankan mengaku, menjalankan bisnis haram tersebut sejak bulan Mei lalu untuk mencukupi kebutuhan ekonominya sehari – hari.

“Penghasilan saya menjual shabu hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, dalam satu bulan saya mendapat keuntungan sekitar Rp 3 juta. Dan ini terpaksa saya lakukan karna beberapa kali usaha saya bangkrut,” pungkasnya.(Ajk)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033