MUARO JAMBI – Sejumlah nama mencuat bakal bertarung di Pilbup Muaro Jambi. Sementara itu, dari praktisi Ruqyah sampai bisnis MLM, menjadi latar alias profil Bacabup Muaro Jambi tak kalah heboh.
Pemilihan Bupati Muaro Jambi yang bakal dihelat 2017 mendatang, sudah menunjukkan sejumlah figur yang siap bertarung memperebutkan kursi empuk BH 1 GZ. Mulai dari birokrat, pengusaha hingga politisi bakal ambil bagian di hajatan 5 tahunan itu.
Dari banyak nama yang masuk, beberapa diantaranya memiliki kisah dan perjalanan menarik yang belum tentu diketahui banyak oleh publik. Dalam sebuah diskusi terbuka yang dihelat Organisasi kemahasiswaan, beberapa kandidat membuka perjalanan panjang kehidupan serta karirnya.
Kandidat kuat Ivan Wirata dikenal sebagai birokrat. Ia pernah menahkodai instansi pemerintah yang paling berperan dalam pembangunan di Pemerintah Provinsi.
Menjadi Kepala Dinas PU, Ivan rupanya memulainya dengan perjuangan dari tenaga honorer. Jebolan Teknik Sipil dari Universitas Bung Hatta itu memiliki perjalanan panjang dalam menapaki karirnya di Provinsi Jambi hingga akhirnya meminang putri tokoh besar Muaro Jambi.
Baca Juga : Proyek Kereta Api di Jambi, Ivan Wirata : DPRD Bakal Surati Pemerintah Pusat
Berbeda dengan Ivan, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bambang Bayu Suseno atau lebih dikenal BBS, memiliki pengalaman di bidang bisnis sebelum terjun ke dunia politik. Menariknya, BBS rupanya pernah menjadi direktur dari bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang memasarkan produk perawatan kulit dan tubuh.
Lebih menarik lagi, Ia juga sukses menjalankan bisnis pertanian dalam waktu yang hampir bersamaan. Barulah pada tahun 1999, anggota DPRD Provinsi Jambi 2 periode itu bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN).
“Saya membuka pintu untuk berdiskusi dengan sahabat mahasiswa di KAMMI. Baik untuk politik, maupun kewirausahaan. Silahkan ke rumah saya. Bila perlu, simpan nomor kontak saya,” ungkap BBS pada diskusi itu.
Latar Bacabup Muaro Jambi, Raden Fauzi dan Kemas Fuad
Sementara itu, Raden Fauzi memiliki perjalanan hidup yang tak kalah menarik. Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi itu mengaku pernah menjadi praktisi bekam dan ruqyah dalam waktu yang terbilang lama. Menariknya, politisi dari partai PKS itu menamatkan pendidikan di dunia kesehatan, sekolah keperawatan.
“Usai menamatkan kuliah, saya jadi praktisi bekam dan ruqyah. Barulah saya bergabung ke dunia politik. Pada umur 28 tahun, saya anggota dewan. Di usia 29 tahun jadi ketua partai,” bilang Raden yang di sambut hadirin.
Lihat Juga Video : Pertanyaan Gubernur Bikin Riuh Paripurna DPRD Merangin
Lain lagi dengan Kemas Fuad. Birokrat muda ini mengaku tak pernah membayangkan masuk ke pemerintahan. Ia justru bercita-cita menjadi tentara lewat AKABRI. Namun nasib berkata lain, Kemas yang menyelesaikan kuliahnya di Bandung itu masuk ke pemerintahan di Kabupaten Sarko (Sarolangun,red).
“Pasca sarjana tahun 2002, saya pindah ke Muaro Jambi di Kasi Pemerintahan Kecamatan Sekernan,” katanya
(Red)
