P- Tontawi Jauhari : “Saya Tidak Ingin Masyarakat Kita Terkena Virus Itu”
SAROLANGUN- Wabah Virus Corona (Covid-19) kini tengah heboh di publik dan mengancam. Bahkan sudah menjadi trending topik di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona, dan bakal mengancam di Sarolangun, Bupati telah menghimbau, kepada seluruh warga masyarakat agar tidak panik, serta tetap menjaga pola hidup yang sehat.
Baca juga : Puluhan Pedagang Datangi Gedung DPRD, Ini masalahnya
Baca juga : Puluhan Pedagang Datangi Gedung DPRD, Ini masalahnya
Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh OPD agar tidak melakukan perjalanan dinas luar daerah.
Perihal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus, yang mematikan itu.
Baca juga : Suspect Virus Corona, Suami Istri di Jambi Dirawat di RSUD Abdul Manap
Baca juga : Aktivitas Belajar Mengajar Dihentikan, Rektor UIN Jambi Instruksikan Sistem Online
DPRD Sarolangun
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarolangun cukup serius dalam menyikapi persoalan wabah Virus Carona itu, Senin (16/03) sekira pukul 11:Wib. Mereka melakukan hearing, bersama dengan Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Prof.Dr.Chatib Quzwein dalam agenda menyikapi, serta mengantisipasi penyebaran Corona.
Baca juga : Jalan Merangin-Kerinci Rawan Longsor, HBA Dorong BPJN Tanggap
Baca juga : Sama-sama Tanggapi Perusakan Baliho, Fasha : Bertarunglah Sportif
Ketua DPR Tontawi Jauhari Langsung memimpin hearing tersebut, dan tampak anggota dewan yang hadir ada Fachrul Rozi, M.Basyid, Helda Nadeak dan Slamet Kestalo.
Kepada sejumlah awak media, ketua Dewan mengatakan pihaknya sangat serius menyikapi persoalan tersebut, bahkan dirinya menyebutkan tidak ingin ada warga Sarolangun yang terkena virus Carona tersebut.
“Intinya mencegah lebih baik dari pada mengobati,” kata Tontawi.
Baca juga :Bupati Pimpin Rapat Antisipasi Virus Corona Tanjabbar
Baca juga : Tanggap Darurat Virus Corona, Pemerintah Siapkan 1 RS Rujukan
DPR Tanya Dinkes dan RSUD
Dirinya sempat menanyakan sejauh mana persiapan pihak Dinkes, dan RSUD untuk mengantisipasi persoalan tersebut, mulai dari bentuknya fisik maupun non fisik.
“Mulai dari ruang isolasi yang sesuai protap, menyiapkan alat cuci tangan dan dispekan untuk pembersihan setiap ruangan.” Jelas bang Iton sapaan Akrabnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Baca juga : Tak Anggap Sebagai Ancaman, Hadirnya RT di Pilgub Bukan Halangan Bagi AJB
Dia juga mengingatkan, bahwa persoalan persiapan menghadapi masalah ini, tidak hanya rumah sakit daerah saja, namun juga ruang praktek medis dan RS swasta melakukan langkah antisipasi.
“Tidak hanya rumah sakit daerah saja, tapi rumah sakit swasta dan tempat praktek pribadi pun juga wajib melakukan langkah persiapan. Karena Virus ini sudah mengancam masyarakat banya,” bebernya (Ajk)
