Cari Pembunuh Nenek 80 Tahun, Warga Gelar Ritual

BALI – Kematian Narinten, nenek 80 tahun asal desa Anturan Buleleng di Bali yang ditemukan tewas di pinggir kali beberapa bulan lalu, hingga kini belum terpecahkan kasusnya. Padahal Polisi sudah meyakinkan berdasarkan hasil outopsi kalau wanita tua itu mati karena dibunuh.

Adanya kejanggalan tersebut, warga Desa adat Anturan menggelar upacara pecaruan desa tepat di hari Tumpek Wayang, Sabtu (5/6) sore hari. Upacara yang di gelar di balai desa ini diikuti seluruh warga untuk pembersihan desa dari peristiwa kematian Narinten yang dikenal ramah terhadap warga.

Kelian Desa Pakraman Anturan, Ketut Mangku mengatakan, upacara pecaruan ini dilakukan sebagai upaya pembersihan desa dari hal negatif, terkait dengan kematian Narinten yang diduga tidak wajar.

“Kalau dari Kepolisian dibilang kematiannya tidak wajar, ya itu hasil Polisi. Tapi kami di Desa lakukan Upacara ini, untuk pembersihan Desa dari hal-hal negatif apalagi warga kami ada meninggal tidak wajar, kepercayaan kami memang seperti itu, agar ini tidak terjadi hal yang warga tidak inginkan,” kata Mangku, usai upacara pecaruan jelang petang tadi, Sabtu (4/6).

ritualcaripembunuhnenek
Ritual warga Buleleng

Menurutnya, dalam pecaruan juga dilakukan upacara niskala untuk mempercepat ditemukan pelaku yang hingga kini belum juga ditemukan.

“Kami hanya berharap, agar pelaku bisa segera ditemukan. Terlebih kami beberapa kali melakukan upaya secara niskala, untuk membantu pengungkapan polisi. Saat ini kami serahkan penanganannya ke Kepolisian, mudah-mudahan cepat terungkap, agar warga kami tenang,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembunuh Narinten. Namun, diakuinya juga dari hasil Labfor memang menyatakan, jika bercak darah yang ditemukan pada bantal dan sarung di rumah Nurata yakni suami korban, positif darah manusia.

“Kami saat ini masih menunggu hasil test DNA-nya, apakah itu darah korban atau tidak,” pungkas Sukawijaya.

Bahkan dalam penyidikan sebelumnya, juga ditemukan tulang kecil diduga telinga dari Narinten pada spiteng rumah tempat istri kedua dari Nurata yang juga suwami korban. Namun pihak kepolisian belum dapat membuktikan siapa pelaku dari penyebab kematian nenek malang ini. (Merdeka.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *