Bupati Banyuasin Ditangkap KPK, Berikut Kronologisnya Hingga Uang 1,5 M

NASIONAL – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, ditangkap tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat 15 Oktober 2021 malam. Selain Dodi Reza, KPK juga mengamankan 7 orang lainnya.

Ketujuh orang tersebut yakni, Kadis PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Herman Mayori (HM), Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Eddi Umari (EU), dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SUH).

Kemudian, Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin Irfan alias IF, ajudan bupati Mursyid alias MRD. Selanjutnya staf ahli bupati Badruzzaman alias BRZ, dan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR berinisial Ach Fadly alias AF.

Baca juga : Tengah Mencari Sinyal, Kronologi Warga Merangin Meregang Nyawa Di terkam Harimau

Penangkapan terhadap Bupati Banyuasin Dodi Reza dan tujuh orang lainnya, ditangkap KPK lantaran menerima informasi dari masyatakat. Kabar itu yakni, akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh Dodi Reza.

“Berawal dari informasi masyarakat akan adanya suap, yang di lakukan oleh penyelenggara negara yang di siapkan oleh SUH (Suhandy-swasta). Di mana yang nantinya akan di berikan pada DRA (Dodi Reza), melalui HM (Herman Mayori) dan EU (Eddi Umari),” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers, Sabtu (16/10).

Alex mengatakan, usai menerima informasi tersebut tim penindakan langsung bergerak cepat. Tim penindakan mengecek data transaksi perbankan, yang kemudian di temukan informasi adanya transfer uang. Ini yang di duga berasal dari perusahaan milik Suhandy kepada rekening bank, milik salah satu keluarga Eddi.

Kronologi

Setelah uang tersebut masuk, lalu di lakukan tarik tunai oleh keluarga Eddi yang kemudian di serahkan kepada Eddi. Eddi lalu menyerahkan uang tersebut kepada Herman, untuk di berikan kepada Dodi.

“Tim selanjutnya bergerak dan mengamankan HM (Herman), di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Musi Banyuasin dan di temukan uang sejumlah Rp 270 juta. Uang ini dengan di bungkus kantong plastik,” kata Alex.

Kemudian tim mengamankan Eddi dan Suhady, serta pihak terkait lainnya dan di bawa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, untuk di lakukan permintaan keterangan.

Di lokasi yang berbeda di wilayah Jakarta, Tim KPK kemudian mengamankan Dodi di salah satu lobi hotel di Jakarta. Selanjutnya di bawa ke Gedung Merah Putih KPKm untuk di mintai keterangan.

“Dari kegiatan ini, Tim KPK selain mengamankan uang sejumlah Rp 270 juta. Juga turut di amankan uang yang ada pada MRD (ajudan Bupati) Rp 1,5 miliar,” kata Alex.

Di antara mereka yang terjaring OTT, empat di jadikan tersangka dan empat lainya berstatus saksi. Empat yang di jadikan tersangka yakni Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Kadis PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori, pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi Umari, dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy.

Berita lain :

Selaku penerima suap, Dodi, Herman, dan Eddu disangka melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah di ubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Suhandy di jerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah di ubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Sumber : Merdeka.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube