MUARO JAMBI – Bukan hanya soal jalan hancur saja, warga ungkap berbagai polemik pabrik sawit di Muaro Jambi yakni PT PAL.
Untuk kesekian kali, warga bereaksi terkait keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Prosympac Agro Lestari (PAL) yang berdiri beberapa bulan silam. Beragam persoalan mencuat, terkait perusahaan yang dimiliki Wendy, pengusaha keturunan asal Sumatera Utara.
Bukan hanya jalan, persoalan tenaga kerja, pengelolaan limbah dan beragam lain polemik terkait PT PAL, pabrik yang berada di Kecamatan Sungai Gelam itu, didapatkan awak media dari berbagai sumber.
“Pabrik gilo. Tidak punya kebun. Tidak ada beli buah dari warga. Itu buah dari luar semua,” kecam Sutris, salah satu warga saat ditemui awak media, Senin (30/10) dalam aksi blokir jalan.
Berita Terkait : Lagi, Warga Blokir Jalan PT PAL
Lihat Juga : Video Dewan Padamkan Api di Lahan Sinarmas
Lantaran persoalan itu pula, warga mulai risih dengan keberadaan PT PAL. Bagaimana tidak, puluhan kendaraan pengangkut buah dari luar, masuk ke wilayah mereka. Sementara hasil perkebunan warga, masuk ke pabrik lain.
“Entah kenapa pabrik itu bisa berdiri. Bikin hancur jalan. Buat limbah saja,” geram warga lain.
Sementara pantauan awak media, sejumlah kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) milik salah satu pengusaha perkebunan, tampak antri lantaran jalan diblokir.
“Kami dari RAM 27 bang. Sudah dari pagi bang. Jalan ditutup, gak bisa lewat,” ungkap salah satu sopir truk berwarna merah. (Win)
