Buka Program Workshop Champions Innovation, Ini Yang Diharapkan Sekda M. Dianto

JAMBI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto secara langsung membuka kegiatan akselarasi inovasi tata kelola pemerintahan dalam meningkatkan daya saing daerah, workshop champions innovation.

Kegiatan tersebut di laksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di aula kantor BPSDM Provinsi Jambi, Senin (29/7/2018).

Dianto mengatakan bahwa Provinsi Jambi terpilih dalam 11 provinsi lainnya se-Indonesia yang mendapatkan program workshop dari LAN RI. Selain Jambi, terdapat juga Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung san Bengkulu provinsi di Pulau Sumatera yang mendapatkan program tersebut.

Baca Juga : Workshop Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Dana Desa

“Workshop Champions Innovation ini, di tentukan oleh Bappenas dan LAN, Jambi mendapatkan program ini sepintas dari kacamata saya ini adalah APBD nya terendah di Sumatera.

Jadi, di perlukan ada upaya dari pihak pemerintah DPRD, ASN, dan masyarakat itu sendiri. Karena daya dorong dan daya ungkit untuk membangkitkan APBD itu dari semua sektor,” paparnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa Inovasi bisa berasal dari apa yang di laksanakan saat ini, “lalu apa yang kita lihat potensi daerah ini. Saya sudah sampaikan, bahwa Jambi mempunyai potensi cukup besar yaitu sektor sawit dan di sektor karet,” paparnya.

Innovasi Masih Terbatas

“Tapi inovasi dari semu pihak sampai saat inikan masih sangat terbatas. Karet itu sampai saat ini kita baru bisa mengirim ke negara tetangga itu bahan baku karet. Lalu, sawit sampai saat ini sebagian besar lebih dari dari 80% kita mengirimkan CPO,” sambungya.

Lihat Video: klik disini

“Kita baru ada, katakanlah masih di bawah 10 perusahaan yang bisa memproduksi dari CPO ke minyak makan atau minyak goreng,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa jika di lihat dari beberapa toko, Swalayan dan supermarket, hampir sebagian besar sumbernya dari Tangerang, Jakarta Palembang.

Padahal CPO (Bahan mentah) asal dari jambi. Dan setelah di cek salah satu mereknya, ternyata kebunnya ada di Merangin. Pabriknya di Sumatera Selatan, dan Hasilnya ke pasar jambi.

“Kenapa tidak, perkebunan kita menyisakan sekitar 20% hasil CPO yang bisa kita tingkatkan dari bahan baku menjadi barang jadi. Khususnya untuk kebutuhan lokal,” imbuhnya.

Ia juga berharap, semoga melalui program ini nanti yang di tularkan dari lan ini. Sehingga, bisa menciptakan inovasi baru, dan menambah dari saing provinsi menjadi lebih lebih lagi.

“Kita pemerintah akan mendorong beberapa masyarakat yang punya program atau punya inovasi, untuk meningkatkan dari karet mentah. Ini menjadi salah satu produksi yang di butuhkan di pasar lokal, maupun di pasar nasional. Kita mendorong memberikan peralatan dan pelatihan jadi kita siapkan dana dari APBD provinsi,” pungkasnya. (NR).

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page