KOTA JAMBI – Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Harapan Ibu (HI) menolak kenaikan biaya kuliah. Penolakan makin jadi, saat yayasan enggan mengakomodir mediasi kenaikan biaya semester hampir 4 kali lipat itu.
Sumber terpercaya menyebutkan, yayasan menaikkan tarif semester yang awal mulanya berkisar Rp 3 juta itu dinaikan secara sepihak menjadi Rp 11 juta. Tak ayal, mahasiswa yang belakangan turut didukung dosen yang menolak kenaikan biaya, mengelar aksi unjuk rasa (unras), Jumat (17/8) pagi.
Mereka meminta management yayasan untuk segera menormalkan kembali tarif semester tersebut.
Salah satu mahasiswa STIKES HI Jambi inisial T yang berhasil di konfirmasi dinamikajambi.com kamis malam (17/8) mengatakan unras tersebut dilaksanakan tepat usai dilaksanakannya upacara memperingati HUT RI ke 72. Bilang mahasiswa yang mewanti namanya disebut, kenaikan tarif tersebut diberlakukan untuk tiga Prodi yakni S1 keperawatan, S1 farmasi, S1 Kesehatan Masyarakat.
Terangnya, sebelum dilakukannya Unras para mahasiswa ini, telah melakukan tahapan dua kali mediasi yaitu mediasi pertamo, pertemuan antara Ketua HIMA dengan Ketua Stikes. Yang kedua, Ketua HIMA dengan Sekretaris Yayasan.
“Saat mediasi kedua tidak ada jalan ketemunyo. Dari sekretaris yayasan bilang kalau tidak ada penurunan atau harga SPP jadi normal lgi,” ujarnya.
Lanjutnya, lihak yayasan sempat memberikan alternatif pembayaran bisa dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali namun dengan tarif semester tetap tidak bisa dikembalikan seperti awal kepada sekitar 1000 mahasiswa/mahasiswi dari ketiga Prodi tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan Kepala yayasan STIKES HI Jambi Adrian faisal belum bisa terkonfirmasi.(one)
