JAMBI – Babak penyisihan grup B Gubernur Cup tahun 2020, antara Kabupaten Merangin versus Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menuai berbagai ketegangan, Rabu (15/01/2020).
Bagaimana tidak, Tanjabtim yang masih tertinggal 2 poin dari Kabupaten Merangin, harus berjuang maksimal untuk meraih kemenangan.
Sementara kesebelasan Merangin, yang ingin meraih poin penuh untuk mengamankan posisi melaju ke empat besar, juga tidak tinggal diam. Sehingga pertandingan keduanya, berujung sengit.
Memasuki babak pertama pertandingan, permainan di lapangan Tri Lomba Juang KONI Provinsi Jambi, berjalan seru. Merangin maupun Tanjabtim terus membangun serangan secara bergiliran.
Memasuki pertengahan babak pertama, skor antara Merangin vs Tanjabtim masih bertahan imbang, dengan skor 0-0.
Jelang penghujung babak pertama, pemain Tanjabtim yang melakukan hen ball di dalam kotak 12 pas, membuat Merangin mendapatkan hadiah pinalti.
Tendangan Pinalti yang dieksekusi oleh nomor punggung 22 dari Kabupaten Merangin, berhasil mencetak gol. Sehingga skor berubah menjadi 1-0, untuk keunggulan Merangin.
Nomor punggung 15 yang dinilai wasit melanggar, akibat memegang bola secara sengaja dalam kotak 12 pas, dihadiahi kartu merah. Akhirnya, Tanjabtim terpaksa harus bermain dengan jumlah 10 pemain.
Dalam insiden tersebut, pertandingan sempat terhenti, karena pemain Tanjabtim protes terkait pelanggaran yang diberikan wasit.
Alhasil, karena tak terima diberikan kartu merah, seluruh pemain Tanjabtim meninggal lapangan. Permainan pun terhenti.
Setelah melakukan perundingan bersama, akhirnya Tanjabtim memutuskan untuk melanjutkan pertandingan, dan permainan pun berjalan mulus hingga turun minum.
Memasuki menit-menit terakhir babak kedua, permainan antara Merangin vs Tanjabtim berlangsung menegangkan.
Tak ayal, pertandingan ini menyita perhatian penonton kedua kesebelasan di tribun.
Selain stamina kedua tim yang mulai terkuras di penghujung babak kedua ini, Kondisi menegangkan juga menjadi tekanan keduanya. Dimana lagi ketiga laga penyisihan grup B ini, menentukan peluang bagi Tanjabtim dan Merangin untuk melaju ke empat besar. Meskipun, masih ada kesempatan satu kali main lagi.
Namun, di detik-detik penghabisan waktu normal permainan, giliran Merangin yang melanggar di kotak 12 pas, sehingga Tanjabtim mendapat hadiah pinalti.
Tendangan eksekusi pinalti yang dilakukan oleh nomor punggung 9, berhasil mengubah skor 1-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Tanjabtim vs Merangin berujung imbang, dengan skor 1-1. (Nrs)
