BERITA BISNIS – Rutinitas sehari-hari hanya berada di depan Laptop, dan konsultasi kepada dosen pembimbing sesekali. Hal tersebut di rasakan oleh mahasiswa yang penat dengan skripsi, hingga akhirnya dirikan warung kopi yang berasal dari kata ‘Payo’.
Merupakan fase yang membingungkan, alih-alih lari suasana kepenatan Frans bersama kedua rekannya, malah mendirikan usaha warung kopi.
Baca Juga : Menu Spesial Buat Kamu Yang Istimewa, Yuk ke Gena Ngopi Jambi
Pasalnya, Dengan bermodalkan semangat dan di topang oleh seniornya, bersama kedua rekannya bekerja sama, mendirikan warung kopi di Kawasan Kampus Universitas Jambi, Mendalo.
“Pertamanya bingung nih gak tau mau ngapain, terus tiap malamnya kita serombongan pasti ada aja yang ngajak ngopi keluar,” ujar Frans pada Dinamikajambi.com, Minggu (28/02/2021).
Berawal Dari Kata ‘Payo’, jadi ‘Payongopi’
Berangkat dari hal itu, Ia bersama kedua rekannya yang juga memiliki kesamaan hoby, memasak dan nongkrong. Maka muncullah sebuah inspirasi.
“Setiap bosan di kos pasti gini ngomongnya, payo kito ngopi, bosan depan laptop terus, payo,” ujar Frans.
Dalam bahasa Jambi, ‘Payo’ di kenal sebagai ucapan ayo, atau mengajak. Kemudian mereka memutuskan mendirikan sebuah warung kopi di beri nama PayoNgopi.
“Ya udah, kita lihat peluang ini lingkungan mahasiswa, langsung kita putuskan bikin warung kopi kita sepakati namanya Payo Ngopi tadi,” katanya sambil tersenyum.
Di ketahui, Payongopi menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman, masih mengandalkan Kopi AAA produk lokal Jambi, pihaknya menawarkan harga ala-ala anak kos.
Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi
Tampak di papan daftar menu tertulis, menyediakan Kopi Hitam, Cappucino, dan Milo. Tidak hanya minuman, pihaknya juga menyediakan berbagai jenis makanan. Misal, Roti Bakar, Sosis Goreng, hingga Martabak Telur.
“Minuman kekinian ada juga, red velvet, greentea, kopi spesial roasting. Selow kita pake harga anak kos 5 ribu sampai 12 ribu paling mahal,” beber Frans.
Terkadang inspirasi muncul dalam situasi membosankan, kini warung kopi tersebut sudah berdiri 2 tahun lamanya. Skripsi hanya tinggal sejarah berdirinya PayoNgopi, mereka telah menyelesaikan kuliahnya.(Tr01)
