Banjir Depan UIN Viral, Warga Soroti Proyek Janggal

JAMBI – Tingginya intensitas hujan belakangan ini, kembali membuat banjir depan UIN yang lantas viral. Namun tak cuma banjir UIN viral, warga juga soroti proyek janggal disitu.

Janggal? Ya, bisa dibilang janggal. Karena ternyata ada proyek ratusan juta untuk pembangunan drainase. Namun ternyata belum berjalan, dan jalur ini tetap menjadi tempat langganan banjir.

Selain itu, akses jalan depan Kampus UIN STS Jambi di Mendalo, Sei Duren tersebut merupakan garapan Balai Penanganan Jalan Nasional IV.

Berita Terkait : Jalan Terputus Akibat Banjir, Lalu Lintas Macet Panjang

Joni Gaol, menyoroti pekerjaan itu. Sudah ada pemenang, namun proyek belum juga berjalan.

“Pemenangnya sudah ada. Kenapa tidak kerja? Seharusnya tanggal 17 September itu, sudah teken kontrak,” protes Joni pada DinamikaJambi.com

Dinas PU Kabupaten Muaro Jambi seharusnya jeli dengan hal ini. Joni menuding, ada pembiaran sehingga pekerjaan tak berjalan.

Banjir UIN Proyek Janggal

Dari data yang ada, paket pekerjaan itu dimenangkan Sacha Parikesit Jaya dengan anggaran Rp 389 juta. Rekanan memenangkan tender dari 44 peserta.

“Kalau begini, siapa yang disalahkan? Kan bupati. Padahal kan mereka tau, jalan ini kerap kali banjir. Kenapa tidak antisipasi? Sekarang viral, kan malu,” katanya bertubi-tubi.

“Ada apa dengan Yultasmi sebagai kepala infrastruktur di Muaro Jambi?,” sambungnya.

Sebelumnya diketahui, sejak beberapa tahun terakhir Kawasan jalan depan UIN STS Jambi Mendalo Sei Duren Muaro Jambi ini, tak terhitung lagi terjadi banjir.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Yultasmi turun langsung ke lokasi banjir. Ia berkoordinasi langsung dengan pihak balai.

Baca Juga : Akhir Pekan dan Terik Matahari, Bupati Malah Tinjau Jalan di Mestong

“Kita sudah turun, melihat langsung. Ada box yang pecah. Nanti kita koordinasi dengan balai, penanganan dari mereka,” katanya, Rabu (7/10/20).

Ia membenarkan akan proyek tersebut. Selain drainase, rupanya ada pula garapan normalisasi yang dilakukan.

“Tapi itu belum tuntas. Hanya mengurangi. Mudah-mudahan tahun depan berlanjut, ada program lagi kolam retensi, gorong-gorong tambahan. Provinsi juga bersinergi, insya allah,” bebernya.

Dengan normalisasi yang digarap, Yultasmi berharap ada perubahan. Setidaknya, untuk jalur air dan limpahan tak lagi mengenangi jalan. (ReD)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube